Dalam kesempatan yang sama, penyerang timnas putri Indonesia, Helsya Maeisyaroh mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman bertanding di kualifikasi ini, meski gagal membawa tim melaju lebih jauh di Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.
"Untuk saya sendiri pastinya banyak. Karena kita juga tahu kan banyak orang yang anggap remeh atau banyak orang yang bilang kita susah atau kita bakal kalah banyak sama Taiwan," terang Helsya.
Sebelumnya diketahui, dalam laga itu, Taiwan berhasil unggul lebih dulu lewat gol Su Yu-Hsuan di menit ke-20. Gol tersebut lahir dari sontekan kaki kanannya yang tak mampu dibendung penjaga gawang Indonesia.
Baca Juga: Usai Tekan ByteDance Tuk Lepas Aset TikTok di AS, Donald Trump Bakal Nego dengan China Pekan Depan
Garuda Pertiwi sempat menyamakan kedudukan lewat Helsya Maeisyaroh di awal babak kedua, tepatnya menit ke-48. Sayangnya, semangat kebangkitan itu kandas setelah Liu Yu-Chiao mencetak gol kemenangan Taiwan lewat sepakan jarak jauh di menit ke-75.
Dengan hasil tersebut, Indonesia finis di posisi ketiga klasemen akhir Grup D, hanya mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan. Sementara Taiwan melaju ke putaran final Piala Asia Putri 2026 di Australia setelah menyapu bersih kemenangan dan mengumpulkan sembilan poin.
Kendati demikian, Di atas kertas, Taiwan memang lebih dijagokan dalam laga tersebut. Berdasarkan peringkat FIFA, mereka menempati posisi ke-42 dunia, jauh di atas Indonesia.
Baca Juga: 6 Calon Dubes RI yang Jalani Tes di Parlemen, Ada Adik Luhut hingga Menko Era Jokowi
Kegagalan ini dinilai menjadi momentum evaluasi bagi Garuda Pertiwi yang masih memiliki pekerjaan besar untuk memperkuat aspek mental, teknik, dan daya saing di level internasional.
Meski langkah mereka terhenti, pengalaman di kualifikasi ini menjadi modal berharga untuk pembangunan sepak bola putri Indonesia ke depan.***