olahraga

Indonesia Kehilangan ‘Wonder Boy’, Henky Timisela Tinggalkan Jejak Abadi di Sepak Bola Nasional

Senin, 29 September 2025 | 15:15 WIB
Legenda timnas Indonesia, Henky Timisela wafat di usia 87 tahun. (Instagram/erickthohir)

NARASIDATA.COM - Kabar duka tengah menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air setelah salah satu legenda timnas Indonesia, Henky Timisela dikabarkan meninggal dunia pada usia 87 tahun. 

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, melalui unggahan akun Instagram pribadinya pada Sabtu 27 September 2025.

“Henky Timisela merupakan salah satu striker andalan Timnas Indonesia dan sempat mengantar Merah Putih juara Merdeka Tournament pada 1961 dan 1962,” tulis Erick.

Baca Juga: Kontroversi Anyar Ferry Irwandi vs Hera Lubis Buntut Demo Agustus 2025, dari Opini Medsos ke Meja Polisi

Mantan pemilik klub Inter Milan itu juga mengenang momen bersejarah ketika sang legenda mencetak dua gol ke gawang Jerman Timur pada laga uji coba di Jakarta tahun 1959 silam. 

“Mendiang Henky dijuluki Wonder Boy karena berhasil mencetak dua gol untuk Indonesia ke gawang Jerman Timur,” tutur Erick.

“Turut berduka cita sedalam-dalamnya dan terima kasih atas perjuangan membela Merah Putih. Selamat jalan, Om Henky,” imbuhnya.

Baca Juga: Lonjakan Permintaan Host Live Streaming Ungkap Transformasi Ekonomi Digital Indonesia

Lantas, bagaimana karier mantan penyerang timnas Indonesia itu? Berikut ulasannya: 

Karier di Timnas Indonesia dan Klub

Henky Timisela lahir di Surabaya pada 22 November 1937. Karier sepak bolanya dimulai di klub Persib Bandung pada periode 1957-1962. 

Baca Juga: Buntut Pidato Menggelegar Prabowo di PBB, Netanyahu Kena Walk Out hingga Protes Kekejaman Israel ke Palestina

Bersama Maung Bandung, julukan Persib, sang legenda sukses mengantarkan tim tersebit menjuarai kompetisi Perserikatan pada tahun 1961 silam.

Bukan hanya itu, sosok Henky juga memiliki kiprah yang mencolok di level internasional. Ujung tombak klub Persib itu sempat memperkuat timnas pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an, dan menjadi bagian penting dari generasi emas sepak bola Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini