NARASIDATA.COM - Mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Salah satu komponen paling penting pada kendaraan listrik adalah baterai, yang berfungsi sebagai sumber tenaga utama.
Baterai mobil listrik tidak hanya mempengaruhi jarak tempuh dan performa kendaraan, tetapi juga berdampak besar pada biaya perawatan jangka panjang.
Oleh sebab itu, memahami cara kerja dan siklus hidup baterai menjadi hal yang penting bagi para pengguna kendaraan listrik.
Siklus Hidup Baterai Mobil Listrik
Bagi yang belum tahu, siklus hidup baterai adalah jumlah pengisian dan pengosongan penuh yang dapat dilakukan hingga kapasitasnya turun signifikan.
Baca Juga: Cemburu Diduga Jadi Pemicu, Pria di Mesuji Habisi Nyawa Kekasih dan Serahkan Diri ke Polisi
Satu siklus, umumnya dihitung dari baterai kosong hingga penuh, atau dua kali pengisian setengah kapasitas.
Secara umum, baterai mobil listrik mampu bertahan antara 1.000 hingga 2.000 kali siklus pengisian penuh.
Dalam praktiknya, ketahanan ini setara dengan usia pakai antara 8 hingga 15 tahun, tergantung pada gaya mengemudi dan jenis kendaraan yang digunakan.
Mengenal Baterai Li-ion
Baterai yang paling umum digunakan pada mobil listrik saat ini adalah jenis lithium-ion (Li-ion). Jenis baterai ini dikenal memiliki kepadatan energi tinggi, pengisian yang cepat, dan performa yang stabil.