Kisruh Soal STY yang Disebut Belum Tanda Tangan Surat Pemecatan PSSI, Begini Etika Pemutusan Kontrak di Dunia Sepak Bola

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 23 Januari 2025 | 08:20 WIB
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777)
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777)

 

Terkini, STY masih berada di Indonesia meski sudah tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia. 

 

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dijadwalkan pulang kampung ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025 mendatang.

 

Berkaca dari hal itu, kontrak pelatih sepak bola umumnya dapat diakhiri dengan persetujuan bersama.

 Baca Juga: Kronologi 2 Insiden Kebakaran Jakarta, dari Sumber Api Glodok Plaza hingga 543 Rumah Terdampak di Kemayoran

Dilansir dari EA Sports Law, pemutusan kontrak pelatih juga diatur oleh undang-undang nasional dan peraturan FIFA.

 

"Konsekuensi dari pemutusan kontrak akan diatur oleh surat kontrak, undang-undang nasional, dan peraturan FIFA," begitu pernyataan EA Sports Law dalam artikel yang tayang pada 29 Januari 2021 lalu.

 

Lantas, mengapa etika pemutusan kontrak pelatih menjadi sesuatu yang penting di dunia sepak bola? Berikut ini ulasan selengkapnya.

 Baca Juga: Tips Jitu Hilangkan Bau Apek di Baju Saat Musim Hujan, Semuanya Bisa Dilakukan Sendirian

Menutup Celah Kontroversi Pemecatan Pelatih

 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X