Kisruh Soal STY yang Disebut Belum Tanda Tangan Surat Pemecatan PSSI, Begini Etika Pemutusan Kontrak di Dunia Sepak Bola

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 23 Januari 2025 | 08:20 WIB
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777)
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777)

Dalam artikel yang sama, EA Sports Law menyoroti pernyataan yang pernah diterbitkan FIFA pada November 2020 lalu.

 

Pada pernyataan itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menyetujui reformasi kebijakan untuk memperkuat posisi pelatih sepak bola pria dan wanita.

 

"Pelatih memainkan peran penting dalam permainan, tetapi secara historis mereka telah ditinggalkan di luar kerangka regulasi sepak bola," tutur Gianni.

 Baca Juga: Sorotan Deddy Corbuzier ke Siswa yang Nilai Menu Makan Bergizi Gratis 'Gak Enak' hingga Permintaan Maaf Prabowo ke Anak yang Belum Nikmati MBG

"Kami perlu menutup celah ini dan mengakui peran penting yang mereka miliki," tambahnya.

 

Kebijakan FIFA itu berkaca dari fenomena pemecatan pelatih sepak bola di Eropa yang hanya bertahan rata-rata 35-69 pertandingan sebelum mereka digantikan oleh pelatih lain.

 

Terpenting Adalah Membayarkan Gaji

 

EA Sports Law juga menuturkan, ketika pelatih sepak bola mendapatkan pemutusan sepihak dari kontraknya perlu dipastikan pihak yang melakukan pelanggaran dalam kontraknya.

 Baca Juga: Elon Musk Dukung Partai Pendukung Neo Nazi? Ternyata Hormat ala Hitler di Capital One AS Beri Sinyal Politik Luar Negeri sang CEO Tesla

Umumnya, konsekuensi dalam kontrak bergantung dari kesepakatan pembayaran dan target jangka panjang sekaligus konsekuensinya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X