Sisi Lain Momen Pertemuan Instruktur Wasit Yoshimi Ogawa dengan Kluivert cs, Ada Alasan Penting Bangun Sepak Bola Tanah Air Butuh Kesabaran

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 7 Februari 2025 | 20:10 WIB
Potret momen pertemuan instruktur wasit asal Jepang, Yoshimi Ogawa bersama jajaran tim kepelatihan Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg. (Instagram.com/@erickthohir)
Potret momen pertemuan instruktur wasit asal Jepang, Yoshimi Ogawa bersama jajaran tim kepelatihan Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg. (Instagram.com/@erickthohir)

Baca Juga: Memilih Kata 'Dibersihkan' dalam Pidato Tentang Jajarannya di Kabinet Merah Putih, Begini Jawaban Presiden Prabowo Saat Ditanya Rencana Reshuffle

Ogawa: Mewujudkan Instruktur Wasit Indonesia Perlu Kesabaran

Dalam kesempatan berbeda, pada acara lokakarya di Jakarta pada 7 Desember 2024, Yoshimi Ogawa pernah mengatakan selain meningkatkan kualitas wasit Indonesia.

Salah satu fokus utama sang instruktur wasit asal Jepang saat ini adalah menambah jumlah instruktur wasit.

Baca Juga: Sudah Cukup Presiden Prabowo Beri Kelonggaran pada Jajarannya di 100 Hari Pertama di Kabinet Merah Putih, Tegas Bakal Ditindak Kalau Masih Bandel

"Mengenai instruktur, saat ini mustahil mendapatkan 100-200 instruktur. Tapi kami sudah memulai kursus-kursus untuk instruktur, saat ini sudah ada 15 instruktur nasional," terang Ogawa.

Mantan wasit di liga Jepang itu menjelaskan pada Januari atau Februari 2025, pihaknya akan melakukan lokakarya untuk membuat kurikulum bagi wasit.

"Kemudian kami akan kirim ke instruktur-instruktur wasit di tingkat provinsi agar mereka bisa menyelenggarakan kursus-kursus untuk wasit-wasit di sana," kata Ogawa.

Baca Juga: 100 Hari Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Ingin Pemerintahan yang Bersih dari Penyelewengan dan Korupsi: Kami Tahu Ada Perlawanan tapi Kami Yakin

Ogawa meyakini bahwa setelah empat sampai lima tahun, PSSI akan memiliki banyak instruktur wasit dan wasit yang bagus di level provinsi, namun agar dapat mewujudkannya dibutuhkan waktu dan kesabaran.

"Saat ini kami sudah mempelajari situasi di provinsi-provinsi, apa yang saat ini kami miliki," ungkap Ogawa.

"Kemudian kami dapat menyediakan rencana untuk memecahkan masalah itu. Itu sebabnya harus selangkah demi selangkah," tandasnya.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X