Sudah Cukup Presiden Prabowo Beri Kelonggaran pada Jajarannya di 100 Hari Pertama di Kabinet Merah Putih, Tegas Bakal Ditindak Kalau Masih Bandel

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 7 Februari 2025 | 11:55 WIB
Presiden Prabowo ungkap akan tindak tegas menteri yang masih tak ikuti aturan pemerintahannya. (Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo ungkap akan tindak tegas menteri yang masih tak ikuti aturan pemerintahannya. (Instagram/prabowo)

NARASIDATA.COM - Isu reshuffle kembali ramai jadi perbincangan usai pidato Presiden Prabowo saat menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama ke-102 di Istora Senayan, Jakarta pada Rabu, 5 Februari 2025.

Dalam pidatonya itu, Presiden Prabowo mengatakan keinginannya mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Baik itu dari segala tindakan penyelewengan dan korupsi.

Baca Juga: 3 Negara Ini Menolak Tegas Rencana AS Relokasi Warga Gaza, Salah Satunya Raja Yordania yang Ingin Warga Palestina Bertahan

Selain tentang keinginannya membuat pemerintahan yang bersih, Presiden Prabowo juga menyinggung kinerja jajarannya di Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan dalam 100 Hari Kabinet Merah Putih akan menindak siapa yang tak mengikuti arahannya.

Wujudkan pemerintahan yang bebas korupsi

Baca Juga: Ada Ancaman Pembakaran Sekolah yang Melaksanakan MBG di Papua Oleh OPM, Menhan: Tak Peduli Isu Politik, Ini Kemanusiaan

"Saya ajak semua rekan-rekan saya dalam pemerintahan, dalam Kabinet Merah Putih, saya mengajak mereka kita harus berani mengoreksi diri," kata Presiden Prabowo.

"Berani membangun suatu pemerintahan ke depan yang bersih, pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan dari korupsi, itu tekad kami," imbuhnya.

"Saya pernah menyampaikan, seluruh aparat, seluruh institusi, bersihkan dirimu, sebelum kau dibersihkan," tambahnya.

Baca Juga: Trump Sebut Gaza Seperti Neraka, Presiden AS Itu Kini Dikecam Warga Palestina yang Tak Ingin Direlokasi Menuju ke Mesir Maupun Yordania

Dalam perjalanannya, Presiden Prabowo menyadari jika ada tantangan dan perlawanan yang diberikan.

Namun, menurutnya itu bukan masalah karena semuanya dilakukan untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X