David Taster dari Kursi Dewan ke Arah Masa Depan di Solok Selatan

Photo Author
Azis Aspia Mukholik, Narasi Data
- Minggu, 3 Mei 2026 | 14:52 WIB
David Taster dari Kursi Dewan ke Arah Masa Depan di Solok Selatan
David Taster dari Kursi Dewan ke Arah Masa Depan di Solok Selatan

NARASIDATA.COM - Politik daerah kerap dipandang sebatas urusan sidang dan tarik-ulur anggaran. Namun di daerah yang sedang bertumbuh seperti Solok Selatan, politik sesungguhnya adalah soal siapa yang mampu membaca masa depan lebih cepat dari persoalan hari ini, Minggu, 3 Mei 2026.

Di titik itulah nama David Taster, S. Sos kini berada. Tiga periode berturut- turut dipercaya masyarakat dari Dapil Sangir bukan sekadar catatan kemenangan elektoral.

Itu adalah tanda bahwa seorang politisi berhasil menjaga hubungan dengan akar rumput di tengah naiknya ketidakpercayaan publik terhadap elite politik.

Baca Juga: Konsistensi Datuk Marwan Effendi di Panggung Politik Lokal

Dari anggota DPRD biasa pada 2014, kembali terpilih pada 2019, lalu naik menjadi Wakil Ketua II DPRD pada 2024, perjalanan David mencerminkan model kepemimpinan yang tumbuh perlahan tidak meledak dalam sorotan, tetapi menguat lewat konsistensi.

Pelantikannya bersama Martius dan Mursiwal datang pada masa yang tidak mudah. Daerah menghadapi tekanan fiskal, kebutuhan infrastruktur dasar, dan tuntutan tata kelola yang makin terbuka. Publik kini tidak cukup diyakinkan dengan janji mereka menunggu hasil.

Pada April 2026, ia ikut mengesahkan perda fasilitasi pendidikan Al-Qur’an dan perda pengelolaan barang milik daerah. Dua regulasi yang tampak berbeda arah, tetapi sesungguhnya menjawab dua kebutuhan paling mendasar yakni membangun karakter masyarakat dan menertibkan aset publik.

Dalam agenda pengawasan, ia juga memimpin tindak lanjut temuan BPK serta pembahasan rekomendasi LKPJ kepala daerah. Ini bukan sekadar prosedur birokrasi. Di daerah, pengawasan anggaran adalah pagar terakhir agar kebocoran tidak menjadi kebiasaan.

Namun kekuatan seorang politisi daerah tak diuji di ruang rapat, melainkan saat turun ke lapangan.

Di Sangir, masyarakat lebih sering bicara jalan rusak daripada ideologi. Mereka bertanya soal jembatan, irigasi, rumah layak huni, sanitasi, dan lapangan kerja. Lewat agenda reses, David membawa keluhan-keluhan itu ke meja anggaran, tempat nasib usulan rakyat sering ditentukan.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Solok Selatan, ia juga memegang pengaruh politik yang tak kecil. Dengan mandat organisasi dari Andre Rosiade, posisinya bukan hanya legislator, tetapi penentu arah mesin politik lokal.

Tetapi tantangan terbesar Solok Selatan bukan semata soal politik. Tantangan utamanya adalah ekonomi daerah yang harus berdiri lebih mandiri. Saat transfer pusat tak selalu bisa diandalkan, PAD menjadi kata kunci. Pariwisata, pertanian, UMKM dan pengelolaan aset harus diubah menjadi tenaga baru pembangunan.

Jika politisi hanya sibuk menjaga kursi, Solok Selatan akan berjalan lambat. Tetapi jika kursi itu dipakai untuk menyiapkan masa depan, daerah ini bisa melompat.

Sejarah tak akan mencatat berapa lama ia duduk di kursi pimpinan. Sejarah hanya akan mencatat apakah selama duduk di sana, ia ikut mengubah arah daerahnya atau tidak. ***

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X