Mahasiswi Teladan Nasional ITB 1993 Dorong Optimalisasi PAD dan Penguatan Pariwisata Mentawai

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB
Mahasiswi Teladan Nasional ITB 1993 Dorong Optimalisasi PAD dan Penguatan Pariwisata Mentawai
Mahasiswi Teladan Nasional ITB 1993 Dorong Optimalisasi PAD dan Penguatan Pariwisata Mentawai

 

NARASIDATA.COM – Mahasiswi Teladan Nasional Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1993, Novi Imelly, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui penguatan sektor pariwisata, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Mentawai Bergerak: Menggali Potensi, Memacu Nilai Tambah, Mempercepat Kemandirian" yang digelar bersama ITB.

Dalam forum tersebut, Novi menyoroti pentingnya optimalisasi PAD dari aktivitas kapal wisata yang membawa wisatawan mancanegara ke Mentawai. Menurutnya, masih terdapat kapal cepat sewaan yang berlayar dari Padang menuju Mentawai tanpa melalui pelabuhan yang terdata, sehingga berpotensi mengurangi penerimaan daerah.

"Ketika kapal-kapal itu berangkat dari Padang, seharusnya sudah diketahui tujuan akhirnya. Jangan sampai mereka memanfaatkan sumber daya alam yang ada, tetapi daerah tidak memperoleh manfaat apa pun," ujarnya.

Selain itu, Novi mengajak seluruh pihak untuk kembali mempopulerkan tiga ikon pariwisata Mentawai sebagai daya tarik utama wisatawan, yakni: Mapadegat sebagai destinasi homestay. Katiet sebagai surga bagi peselancar dunia dan Munte-Madobak sebagai destinasi wisata budaya.

Menurutnya, promosi yang lebih masif terhadap ketiga destinasi tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan PAD.

FGD tersebut juga membahas sejumlah peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan ITB, meliputi bidang pendidikan dan beasiswa, pariwisata dan investasi, digitalisasi PAD, energi baru terbarukan (EBT), serta pengembangan infrastruktur.

Di sektor pendidikan, salah satu program yang didorong adalah penguatan inovasi Program Magister Pengajaran Matematika dan Sains bagi guru-guru di Mentawai guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, di bidang infrastruktur, pembahasan mencakup pemanfaatan potensi sumber daya alam, khususnya sektor mineral, pengembangan teknologi penyediaan air bersih bagi masyarakat, serta potensi pengembangan industri garam. Forum juga mengangkat peluang pemanfaatan energi gelombang laut sebagai salah satu sumber energi terbarukan.

Pada sektor pariwisata, peserta FGD membahas peningkatan tata kelola resor dan homestay, serta pembinaan pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Adapun dalam aspek digitalisasi PAD, forum mengemukakan pentingnya membangun sistem yang memudahkan wisatawan dalam melakukan transaksi belanja maupun pembayaran akomodasi melalui QRIS dengan melibatkan sektor perbankan.

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, berharap hasil diskusi dalam FGD tersebut tidak berhenti sebatas gagasan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program yang konkret.

"Kami berharap hasil FGD ini benar-benar dapat ditindaklanjuti sehingga memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan dan kemandirian Mentawai," ujarnya. ***

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X