Penguatan Promosi dan Ekosistem Pariwisata Berkontribusi Terhadap Perekonomian Nasional

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 9 Juli 2026 | 21:08 WIB
Mempar Widiyanti Wamenpar Niluh Puspa  (Kemenpar RI)
Mempar Widiyanti Wamenpar Niluh Puspa (Kemenpar RI)

 

NARASIDATA – Penguatan promosi, konektivitas, dan ekosistem pariwisata yang dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Berbagai strategi yang dijalankan pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di daerah melalui peningkatan devisa, pergerakan usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya UMKM dan industri kreatif.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, capaian sektor pariwisata hingga Mei 2026 menunjukkan daya tahan pariwisata Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Perjalanan wisatawan nusantara tetap menjadi penopang utama pergerakan pariwisata nasional, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan membaiknya tingkat okupansi hotel.

"Capaian ini menjadi indikator bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tahan sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting," kata Widiyanti saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Data Kemenpar menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan atau meningkat 5,83 persen dibandingkan Mei 2025. Secara kumulatif, sepanjang Januari–Mei 2026 jumlah kunjungan wisman mencapai 6,07 juta kunjungan atau tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang pasar Asia Tenggara yang meningkat 11,06 persen.

Di sisi domestik, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 106,16 juta perjalanan pada Mei 2026 atau meningkat 8,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan atau naik 2,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri mengalami penurunan. Sepanjang Januari–Mei 2026, jumlah perjalanan wisnas tercatat 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut membuat Indonesia mencatat surplus kunjungan wisatawan sebesar 2,37 juta kunjungan yang turut mendukung pencapaian net devisa pariwisata.

Pemulihan sektor pariwisata juga tercermin dari meningkatnya tingkat okupansi hotel bintang yang mencapai 50,76 persen pada Mei 2026, naik 2,48 poin persentase dibandingkan Mei 2025. Menurut Kemenpar, peningkatan ini menjadi indikator bergairahnya aktivitas ekonomi di destinasi wisata karena berdampak langsung terhadap pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, dan tumbuhnya usaha-usaha pendukung.

Untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut, Kemenpar terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui peningkatan konektivitas, pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan, promosi di pasar internasional, serta penyelenggaraan event daerah yang memberikan nilai tambah ekonomi.

Sepanjang Mei–Juni 2026, kegiatan promosi pariwisata Indonesia di Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Malaysia menghasilkan potensi 36.807 perjalanan wisatawan, potensi transaksi sebesar Rp7,27 miliar, serta potensi devisa mencapai Rp559,48 miliar.

Di tingkat daerah, penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 turut memperkuat dampak ekonomi sektor pariwisata. Dari 23 event yang telah dievaluasi, tercatat 1,34 juta pengunjung dengan transaksi ekonomi langsung mencapai Rp90,53 miliar. Kegiatan tersebut juga melibatkan 10,61 ribu UMKM, 23,59 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi sekitar 20,27 ribu tenaga kerja.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan promosi dan ekosistem pariwisata tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan, tetapi juga semakin memperkokoh peran sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah. **

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X