Indonesia Perkuat Keselamatan di Destinasi Wisata

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 5 Juli 2026 | 22:40 WIB
Indonesia Perkuat Keselamatan di Destinasi Wisata
Indonesia Perkuat Keselamatan di Destinasi Wisata

 

NARASIDATA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini memperkuat sektor pariwisata nasional dengan menjadikan aspek keselamatan sebagai salah satu pilar utama. Tak lagi sekadar menonjolkan daya tarik visual destinasi, pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem pariwisata yang aman melalui program peningkatan keselamatan berwisata.

Langkah ini diambil karena Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa indikator mutu pariwisata modern tidak lagi terbatas pada keindahan alam atau atraksi semata, melainkan pada jaminan keamanan dan kenyamanan yang dirasakan pelancong sepanjang aktivitas mereka. Oleh sebab itu, mitigasi risiko kini diposisikan sebagai agenda prioritas Kemenpar guna membangun kepercayaan publik.

​Implementasi strategi ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang berfokus pada upskilling dan reskilling pelaku industri, khususnya pada sektor wisata berbasis risiko tinggi. Program tersebut mencakup standardisasi pelatihan, penyusunan panduan edukatif, hingga sertifikasi profesi bagi para pemandu wisata.

Baca Juga: Tipi Jabrik: Mentawai 'Disneyland' Peselancar! Katiet Siap Jadi Panggung Surfing Dunia

Sebagai aksi nyata di lapangan, Kemenpar menargetkan pelatihan berbasis kompetensi untuk 700 peserta serta sertifikasi bagi 1.150 tenaga kerja di berbagai subsektor strategis, seperti wisata gunung, arung jeram, snorkeling, wisata tirta, ekowisata, dan geowisata.

​Di tingkat regional, penguatan ini diperluas melalui program Tugas Pembantuan di 38 provinsi dengan merangkul pemerintah daerah serta instansi terkait untuk menyelenggarakan simulasi evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, dan pemantapan sistem peringatan dini.

Langkah taktis ini juga dibarengi dengan pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan standar layanan mutu dan mitigasi risiko di setiap daerah dapat berjalan secara lebih terukur.

​Melalui integrasi menyeluruh ini, pemerintah optimistis dapat melahirkan ekosistem pariwisata nasional yang tidak hanya protektif bagi wisatawan, tetapi juga berdaya saing tinggi.

"Rasa aman merupakan modal krusial untuk memenangkan kepercayaan pasar, memicu retensi kunjungan ulang, sekaligus mendongkrak posisi tawar pariwisata Indonesia di kancah global," pungkas Widiyanti. **

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jejak Ardi Andono Menjaga Nafas Badak Jawa

Rabu, 6 Mei 2026 | 15:53 WIB

Terpopuler

X