-
NARASIDATA.COM - Langkah kaki wisatawan yang terus bergerak sepanjang awal 2026 tak hanya mengisi destinasi, tetapi juga menghidupkan kembali harapan banyak pelaku usaha kecil. Dari warung makan sederhana hingga pengrajin lokal, denyut pariwisata mulai terasa sebagai sumber penghidupan yang nyata.
Data Badan Pusat Statistik mencatat, perjalanan wisatawan nusantara (wisnu) mencapai 126 juta pada Maret 2026, meningkat 42,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga naik 10,50 persen menjadi 1,09 juta kunjungan.
Kunjungan Wisman Maret 2026 mencapai 1,09 juta, naik 10,50% yoy dibanding Maret 2025. Total kumulatif Januari-Maret 2026 mencapai 3,43 juta kunjungan, tumbuh 8,62% dan tertinggi sejak 2020, didominasi wisman Malaysia, Australia, dan Singapura.
Di balik angka tersebut, roda ekonomi bergerak di tingkat paling bawah. Permintaan terhadap kuliner lokal meningkat, produk kerajinan kembali diminati, dan jasa transportasi hingga penginapan rakyat mulai ramai kembali.
Baca Juga: SEML Serahkan Mobil Tanggap Bencana kepada MDMC, Perkuat Respons Kebencanaan di Sumatera
Menariknya, geliat ini terjadi di tengah kondisi harga yang relatif stabil. Inflasi tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen, menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas perjalanan.
Kombinasi antara meningkatnya mobilitas wisatawan dan inflasi yang terkendali memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk kembali tumbuh. Bagi sebagian masyarakat, pariwisata bukan sekadar kunjungan, tetapi sumber penghasilan yang perlahan kembali pulih.
Tren ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan sektor pariwisata di bawah kepemimpinan Widiyanti Putri Wardhana yang mendorong pemulihan sekaligus penguatan kontribusi pariwisata terhadap ekonomi nasional.
Namun, di balik optimisme tersebut, masih ada pekerjaan rumah. Agar dampaknya benar-benar terasa luas, peningkatan kunjungan perlu diiringi dengan kualitas pengalaman wisata, keterlibatan pelaku lokal, serta pemerataan manfaat ekonomi di berbagai daerah.
Tentunya, setiap wisatawan yang datang bukan sekadar angka, melainkan peluang untuk bertahan, bahkan bangkit. ***
-
Artikel Terkait
Dari Lapangan ke Korporasi, Yosdian Konsisten Dorong Transformasi BUMN Pangan
Konsistensi Datuk Marwan Effendi di Panggung Politik Lokal
Ukir Rekor Partisipasi Tertinggi di Sumbar, Andi Andrawan Tinggalkan Jejak Demokrasi di Solok Selatan
David Taster dari Kursi Dewan ke Arah Masa Depan di Solok Selatan