Konsistensi Datuk Marwan Effendi di Panggung Politik Lokal

Photo Author
Azis Aspia Mukholik, Narasi Data
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:37 WIB
Konsistensi Datuk Marwan Effendi di Panggung Politik Lokal
Konsistensi Datuk Marwan Effendi di Panggung Politik Lokal

NARASIDATA.COM - Di sudut-sudut kampung di Kabupaten Solok Selatan, nama Marwan Effendi bukan sekadar tercetak di baliho politik, politisi yang akrab disapa Datuk ini, lebih sering hadir dalam percakapan warga di warung kopi, di pelataran masjid, atau di jalanan tanah yang belum sepenuhnya tersentuh aspal.

Selama lebih dari 15 tahun, pria bergelar Sarjana Hukum ini menjalani peran yang jarang mampu dipertahankan banyak orang, tetap relevan di tengah dinamika politik lokal yang cepat berubah. Empat periode berturut-turut di DPRD bukan hanya soal strategi politik, tapi juga tentang menjaga hubungan yang tak putus dengan masyarakat akar rumput.

Saat dihubungi awak media pada Sabtu, 2 Mei 2026 Datuk Marwan menyampaikan pertama kali terpilih pada 2009 melalui Partai Hanura, kemudian melanjutkan masa jabatan pada 2014. Pada periode 2019, ia maju melalui PKB, dan pada 2024 kembali terpilih melalui Partai Demokrat dari daerah pemilihan, Kecamatan Sangir Batang Hari, Sangir Jujuan dan Sangir Balai Janggo.

Baca Juga: Dari Lapangan ke Korporasi, Yosdian Konsisten Dorong Transformasi BUMN Pangan

Perjalanan lintas partai tersebut tidak mengubah basis dukungannya secara signifikan. Marwan dikenal sebagai figur yang memiliki kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan langsung ke lapangan menjadi salah satu cara yang ia pertahankan untuk menjaga relasi dengan konstituen.

Pada 2020, Marwan mencoba peran di jalur eksekutif dengan maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Erwin Ali. Hasil pemilihan belum memberikan kemenangan, namun ia kembali melanjutkan perannya di legislatif setelah kontestasi tersebut.

Memasuki periode 2024–2029, fokus kerjanya mengarah pada pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk di Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari, dan Sangir Balai Janggo. Selain itu, ia juga terlibat dalam upaya peningkatan akses pendidikan, salah satunya melalui peninjauan rencana pembangunan sekolah rakyat di Sangir pada April 2026.

Di luar agenda resmi, Marwan rutin melakukan kunjungan ke daerah-daerah pinggiran. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi langsung dengan warga, terutama untuk menyerap aspirasi terkait layanan kesehatan dan kondisi ekonomi.

Di lingkungan DPRD, ia dikenal sebagai anggota senior yang kerap berperan dalam proses diskusi kebijakan. Pengalaman panjangnya membuatnya sering ditempatkan sebagai penengah dalam berbagai perdebatan.

Konsistensi kehadiran di tengah masyarakat dan keberlanjutan perannya di legislatif menjadi bagian dari perjalanan Marwan Effendi. Dalam dinamika politik lokal yang terus berubah, ia mempertahankan pendekatan yang relatif sederhana, hadir, mendengar, dan membawa aspirasi warga ke ruang pengambilan keputusan. **

 

 

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X