Bongkar Penyebab Aki Mobil Cepat Tekor, dari Kebiasaan Jarang Dipanaskan hingga Korsleting pada Kabel

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 08:42 WIB
Ilustrasi aki yang tekor dapat menjadi masalah yang menjengkelkan bagi para pemilik mobil. (Freepik.com/JComp)
Ilustrasi aki yang tekor dapat menjadi masalah yang menjengkelkan bagi para pemilik mobil. (Freepik.com/JComp)
  1. Cuaca Panas Ekstrem

Lingkungan sekitar juga berpengaruh besar. Cuaca panas ekstrem dapat membuat cairan elektrolit pada aki cepat menguap, sedangkan suhu dingin bisa menurunkan kapasitas penyimpanan energi. 

Kedua kondisi tersebut sama-sama membuat aki lebih cepat kehilangan performa.

Baca Juga: Fakta Terkini Pendaki Tewas di Kawasan Puncak Bawakaraeng dalam Rangka Peringati HUT RI ke-80

  1. Korsleting pada Kabel

Korsleting pada kabel listrik mobil bisa menyebabkan arus tidak stabil. Masalah ini biasanya sulit terdeteksi secara kasat mata, namun dampaknya signifikan karena membuat aki terkuras tanpa disadari.

Tak kalah sering, beban listrik berlebihan juga menjadi pemicu. Penggunaan lampu, audio, atau perangkat tambahan secara terus-menerus membuat aki bekerja ekstra. Jika tidak diimbangi dengan pengisian yang baik, aki pun cepat kehabisan daya.

Baca Juga: Studi Ungkap Fakta di Balik Diet Tinggi Protein, Tak Seburuk yang Dibayangkan

Langkah Pertama saat Aki Mobil Tekor

Bila sudah tekor, terdapat langkah pertama yang dapat dilakukan, yakni dengan menggunakan kabel jumper dari mobil lain untuk menyalakan mesin. Cara ini bersifat sementara, sehingga tetap perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel.

Jika kondisi aki sudah terlalu parah, penggantian dengan aki baru menjadi pilihan utama. Selain itu, perawatan sederhana seperti membersihkan terminal aki dari karat atau memastikan air aki terisi dengan baik juga bisa membantu memperpanjang usia pakainya.

Baca Juga: Buntut Silfester Matutina Belum Dieksekusi Sejak 6 Tahun Lalu, Pengacara Roy Suryo Laporkan Kajari Jaksel ke Kejagung

Umur aki sebenarnya bisa lebih panjang, yakni mencapai tiga hingga lima tahun, asalkan dirawat dengan benar.

Kendati demikian, dalam kondisi ekstrem atau jika pemilik mobil abai terhadap perawatan, usia aki bisa lebih singkat, bahkan hanya bertahan satu hingga dua tahun saja.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk mengenali tanda-tanda aki mulai lemah, seperti mesin sulit dinyalakan, lampu mobil redup, atau suara aneh saat starter. 

Baca Juga: Mandat Prabowo dalam Pidato Kenegaraan: Saya Tugaskan Danantara Bereskan BUMN

Dengan mengenali gejala sedari awal, kerusakan aki mobil bisa dicegah dan perjalanan tetap nyaman tanpa gangguan.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X