NARASIDATA.COM — Hamparan laut biru jernih, gugusan karst hijau, dan suasana tenang khas Papua Barat Daya menyambut langkah Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan kerja ke Raja Ampat, kawasan yang dikenal dunia sebagai “The Last Paradise on Earth”.
Namun, di balik keindahan itu, tersimpan tanggung jawab besar untuk menjaga Raja Ampat tetap lestari di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap destinasi tersebut.
Kunjungan Widiyanti dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) 2024–2044. Dalam agenda itu, pemerintah menegaskan komitmennya agar pembangunan pariwisata Raja Ampat tetap berorientasi pada konservasi dan keberlanjutan.
Baca Juga: Jejak Ardi Andono Menjaga Nafas Badak Jawa
“Raja Ampat harus dijaga sebagai destinasi high quality sustainable tourism. Pariwisata di sini tidak boleh bersifat ekstraktif maupun eksploitatif terhadap alam,” ujar Widiyanti, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Widiyanti berdiskusi bersama Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau dan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari dampak aktivitas pertambangan terhadap kualitas lingkungan hingga pengendalian jumlah kapal wisata agar tetap sesuai daya dukung kawasan.
Menurut Widiyanti, kualitas sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh panorama alam, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, kebersihan, keamanan, pelayanan, dan penghormatan terhadap lingkungan serta budaya lokal.
“Pariwisata berkualitas harus mampu memberi manfaat ekonomi tanpa menghilangkan identitas dan kelestarian kawasan,” katanya.
Dalam rangkaian agenda, Menpar juga meninjau Geosite Piaynemo yang menjadi salah satu ikon Raja Ampat. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark yang membutuhkan tata kelola kuat dan keterlibatan aktif masyarakat setempat.
Selain Piaynemo, Widiyanti turut menyoroti Desa Wisata Arborek sebagai contoh nyata keberhasilan ekowisata berbasis masyarakat. Desa tersebut dinilai mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus menjaga kelestarian laut dan budaya Papua.
Dia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku wisata, dan masyarakat dapat memastikan Raja Ampat tetap menjadi simbol keindahan alam Indonesia yang lestari dan memberi manfaat bagi generasi mendatang. (*Jefli Bridge)