lifestyle

Mengenal Jack Ye, Pemilik Miniso yang Bangun Usahanya dari Imajinasi Liar Tentang Jualan Barang Harga Murah

Minggu, 3 November 2024 | 11:15 WIB
Potret Pemilik Miniso, Jack Ye. Berikut ini kisah sang anak petani yang kini memiliki kekayaan mencapai Rp40 triliun. (miniso.com)

NARASIDATA.COM - Perusahaan ritel yang menjual aneka barang, Miniso, baru-baru ini berhasil menggemparkan para Potterhead Tanah Air dengan produk kolaborasinya bersama Harry Potter.

Pecinta film garapan J.K Rowling itu datang berbondong-bondong hingga rela antre panjang di berbagai jaringan toko Miniso, demi mendapatkan koleksi Harry Potter.

Miniso juga sudah dikenal masyarakat sebagai ritel penjual barang yang tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia.

Namun, apakah para pelanggan setianya tahu siapakah sosok pemilik Miniso? Berikut ini ulasan selengkapnya:

Baca Juga: Ramainya Pemberitaan Dugaan Pegawai Kemenag Cianjur Terlibat Politik Praktis, Hendra Malik: Jangan Ada Toleransi untuk ASN Nakal Apapun Dalihnya

Mengenal Sosok Pemilik Miniso 

Pemilik sekaligus pendiri Miniso itu bernama Ye Guofu atau akrab disapa Jack Ye. Ia berasal dari China.

Dikutip dari The Richest, Jack Ye bukanlah sosok dari kalangan orang kaya, melainkan dibesarkan oleh keluarga petani yang tinggal di Provinsi Hubei, China.

Kondisi keuangan keluarganya yang terbilang pas-pasan, tidak mematahkan semangat Jack Ye muda untuk melanjutkan studi di Manajemen Ekonomi di Zhongnan University of Economics and Law di China.

Setelah lulus, Jack Ye pindah ke Provinsi Guangdong dan mulai bekerja sebagai sales di toko pipa baja.

Baca Juga: Thierry Henry Ditangkap Polisi Usai Ketahuan Bawa Gepokan Uang Berwarna Hitam, Ternyata Modusnya yang di Luar Nalar

Sambil bekerja, pemilik Miniso itu juga mengasah keahliannya dalam berbisnis dengan menjual berbagai produk aksesoris dan kerajinan tangan.

Miniso bukanlah toko pertamanya. Jack Ye sebelumnya pernah mendirikan bisnis perdananya bernama 'Arayaya' yang kemudian bangkrut.

Padahal, mayoritas produk di toko itu hanya dijual sangat murah untuk ukuran masyarakat lokal China, yakni seharga 10 yuan atau sekitar Rp20.000-an.

Halaman:

Tags

Terkini

Jejak Ardi Andono Menjaga Nafas Badak Jawa

Rabu, 6 Mei 2026 | 15:53 WIB

Battle Kuteks Under Rp10.000, Mana Paling Oke?

Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:50 WIB