Bersama Danantara, Prabowo Resmikan KEK Sanur yang Bakal Jadi Terobosan Investasi Pariwisata Kesehatan Unggulan Indonesia

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 10 Juli 2025 | 11:15 WIB
Presiden Prabowo meresmikan KEK Sanur sebagai sektor wisata dan kesehatan unggulan Indonesia. (Instagram/pco.ri)
Presiden Prabowo meresmikan KEK Sanur sebagai sektor wisata dan kesehatan unggulan Indonesia. (Instagram/pco.ri)

Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menekankan bahwa dengan hadirnya KEK Sanur, menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki aset strategis khususnya di sektor pariwisata dan kesehatan. 

“Kami memastikan aset-aset ini dikelola secara optimal untuk mendorong pertumbuhan investasi, melalui KEK Sanur, kami melihat potensi besar untuk menarik investor global di dua industri besar yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional, yakni sektor kesehatan dan sektor pariwisata,” ucap Rosan. 

The Sanur berdiri di atas lahan seluas 41,26 hektar dan dikembangkan sebagai health and wellness destination di Indonesia dengan dilengkapi oleh fasilitas kesehatan dan pariwisata yang terintegrasi.

Baca Juga: Ramai Isu Imbauan WNI Cari Kerja di Luar Negeri, Istana: Ada Opsi Menarik, Baik untuk Diambil

Pihak medis yang bersama-sama dalam proyek ini adalah International Medical Facility yaitu Bali International Hospital yang berkapasitas hingga 240.000 pasien dengan dilengkapi berbagai klinik internasional dengan Center of Excellence yang meliputi CONGO (Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, Orthopedics), Stem Cell, Aesthetic Surgery, Fertility Treatments, Eye Specialists, dan Geriatric. 

Selain itu, terdapat juga berbagai klinik dengan brand ternama di dunia, di antaranya Alster Lake Clinic, yakni klinik terapi sel asal Jerman yang berfokus pada healthy aging dan self regeneration. 

The Sanur juga dilengkapi dengan akomodasi hotel fasilitas bintang 5 yaitu The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel yang merupakan hotel tertinggi di Bali dengan 10 lantai dan 274 kamar. 

Baca Juga: Setelah Sebut Telkomsel Kejam karena Hanguskan Sisa Kuota di Depan Dirut, DPR Langsung Ngadu ke Menteri BUMN

Area ini juga didukung dengan Convention Center berstandar internasional yang mampu menampung 5.000 pax, ethnobotanical garden seluas 4 hektar sebagai paru-paru kawasan, infrastruktur dasar seperti ground water tank, waste treatment plant, TPS, dan Power House, Command Center, area komersial serta sentra UMKM Sanur sebagai rumah bagi para pelaku UMKM Sanur. 

Menteri BUMN, Erick Thohir, juga menegaskan layanan kesehatan berkualitas tinggi penting untuk dihadirkan di dalam negeri.

“Bapak Presiden selalu mengingatkan bahwa kita bangsa besar, bangsa yang bisa berdiri di atas kaki sendiri, tapi kenyataannya, tiap tahun sekitar 2 juta masyarakat kita berobat ke luar negeri dan menghabiskan hampir Rp150 triliun,” papar Erick.

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Istana: Masih Ada Ruang Negosiasi

“Ini menjadi tantangan besar yang harus dijawab secara sistemik dan KEK Sanur adalah bagian dari jawabannya,” tambahnya.

Sementara itu, Holding BUMN dari sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata  Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak usahanya, InJourney Hospitality, sebagai pengelola KEK Sanur, terus berkomitmen untuk mengembangkan kawasan ini sebagai langkah penting untuk melakukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia dan juga menjadi salah satu  penyumbang devisa utama bagi negara. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

Terpopuler

X