Dari Energi ke Pertanian: Nofrins Kembangkan Bawang Merah di Sentra Solok

Photo Author
Azis Aspia Mukholik, Narasi Data
- Selasa, 23 Desember 2025 | 17:21 WIB
Dari Energi ke Pertanian: Nofrins Kembangkan Bawang Merah di Sentra Solok
Dari Energi ke Pertanian: Nofrins Kembangkan Bawang Merah di Sentra Solok

NARASIDATA.COM- Solok, Sumatera Barat, menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah sentra bawang merah nasional. Data Kementerian Pertanian tahun 2023 mencatat produksi bawang merah daerah ini mencapai sekitar 216.000 ton per tahun, menempatkan Solok sebagai produsen terbesar kedua di Indonesia setelah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Khusus untuk bawang merah dataran tinggi, Kabupaten Solok bahkan menjadi yang tertinggi secara nasional. Produksi tersebut bertumpu pada sejumlah kecamatan sentra hortikultura yang didukung kondisi geografis pegunungan, tanah subur, serta iklim yang stabil.

Potensi besar tersebut mendorong Yulnofrins Napilus, yang akrab disapa Nofrins, untuk terjun langsung ke sektor pertanian. Saat ini, ia mengelola sekitar enam hektare lahan bawang merah di kawasan Rimbo Tinggi, Alahan Panjang. Lokasi pertanian itu berada tidak jauh dari kawasan wisata Danau Kembar, salah satu destinasi unggulan Kabupaten Solok.

Baca Juga: Dari Warga untuk Warga, PT SEML Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana

Nofrins menuturkan, dirinya mulai menekuni budidaya bawang merah sejak sekitar satu tahun terakhir. Meski tergolong pendatang baru di sektor pertanian, ia menilai pengelolaan bawang merah memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama di wilayah dataran tinggi.

“Persiapan lahan hingga penanaman memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Saat ini kami sedang bersiap menuju panen kedua,” ujar Nofrins, Senin, 22 Desember 2025.

Menurutnya, Alahan Panjang memiliki keunggulan komparatif untuk pengembangan hortikultura. Selain kesesuaian lahan dan iklim, kawasan tersebut juga memiliki akses yang relatif baik serta potensi pengembangan kawasan terpadu antara pertanian dan pariwisata.

Keterlibatan Nofrins di sektor pertanian melengkapi kiprahnya di berbagai bidang pembangunan di Sumatera Barat. Sebelumnya, ia dikenal aktif di sektor energi, budaya, dan pariwisata.

Sebagai mantan Senior Manager PT Supreme Energy Muara Laboh, Nofrins turut berperan dalam keberhasilan operasi komersial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh berkapasitas 85 megawatt yang memasok kebutuhan listrik Solok Selatan dan jaringan Sumatera.

Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata, antara lain revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan serta pengembalian lokomotif uap bersejarah Mak Itam ke Kota Sawahlunto, yang kini menjadi ikon wisata sejarah. Kota Sawahlunto sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Melalui pengembangan bawang merah di Alahan Panjang, Nofrins menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah. Ia berharap sektor pertanian dapat menjadi salah satu pilar pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan pengembangan energi, budaya, dan pariwisata di Sumatera Barat. ***

 

 

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X