NARASIDATA.COM - Duka dirasakan oleh keluarga besar Slank dan Slankers.
Pada Sabtu, 26 April 2025, Slank mengabarkan kabar duka bahwa Bunda Iffet meninggal dunia.
Ia merupakan sosok di balik karier Slank bisa kembali setelah para personilnya tersandung narkoba.
Baca Juga: Baim Wong Speak Up Soal Buzzer yang Sering Menggiring Opini Banyak Orang: Jangan Jadi Orang Bodoh
Hal tersebut juga disampaikan oleh Kaka, vokalis Slank setelah prosesi pemakaman Bunda Iffet pada Minggu, 27 April 2025 di TPU Karet Bivak.
“Bunda ibunya Slank yang nggak pernah menyerah sama Slank walaupun Slank dalam kondisi rusak berat,” ucap Kaka di TPU Karet Bivak, Minggu, 27 April 2025.
Ia menyebutkan bahwa Bunda Iffet punya keyakinan besar pada Slank meski saat itu mereka terjerumus narkoba.
Baca Juga: Update Nego Dagang RI ke AS: Ada 3 Satgas Baru, Indonesia Enggan Lepas Komunikasi dengan China
“Bunda terus punya keyakinan bahwa Slank masih bisa bermanfaat di dunia,” tambahnya.
“Bunda juga ibunya Slankers di seluruh dunia,” ujarnya lagi.
Kaka juga mengungkapkan bahwa Bunda Iffet paling berjuang untuk bisa Slank keluar dari dunia narkoba.
Baca Juga: Pasca Viral Remaja Speak Up Soal Wisuda Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jawab Isu Debat Settingan
“Bunda kekeuh memperjuangkan aku, memperjuangkan Slank bisa sembuh,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam video yang diunggah di YouTube Ari Lasso pada 25 Juni 2021, Bimbim mengungkapkan bahwa Bunda Iffet paling keras menjauhkan mereka dari narkoba.
Artikel Terkait
Pramono Anung Melayat ke Bunda Iffet, Beri Pesan pada Slank yang Disebut Ikon Pemersatu Musisi untuk Tetap Akur: Silaturahmi Keluarga Harus Dijaga
Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Bunda Iffet, Gubernur DKI Jakarta: KIta Kehilangan Tokoh Pemersatu
Bimbim Slank Ungkap Kronologi Meninggalnya Bunda Iffet, Sempat Masuk ICU dan Ngotot Minta Pulang ke Rumah
Usai Ditinggal Bunda Iffet, Bimbim Slank Ungkap Nasib Program Rehabilitasi Narkoba untuk Anak-anak yang Digagas Mendiang
Abdee Negara Ungkap Pesan Bunda Iffet pada Slank yang Sering Rilis Lagu untuk Mengkritik Pemerintah: Jangan Terlalu Keras