Langkah Menpar Widiyanti Menjaga Nyala Pariwisata Indonesia

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:43 WIB
Langkah Widiyanti Menjaga Nyala Pariwisata Indonesia   (IG Widiyanti Putri Wardhana )
Langkah Widiyanti Menjaga Nyala Pariwisata Indonesia (IG Widiyanti Putri Wardhana )

NARASIDATA.COM - Anak-anak berlarian kecil menyambut kedatangan rombongan Menteri Pariwisata (Menpar RI) Widiyanti Putri Wardhana di sebuah daerah tujuan wisata. Tidak ada jarak yang terasa. Di tengah kesibukan agenda kenegaraan, Widiyanti memilih berhenti sejenak, menyalami warga satu per satu, mendengar cerita ibu-ibu pelaku UMKM dan berbincang dengan generasi emas penerus bangsa.

Di hadapan masyarakat kecil yang hidup dari denyut pariwisata, Widiyanti tampak lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Ada wajah-wajah yang harus dijaga di balik industri ini, pedagang makanan tradisional yang bangun sebelum subuh, pemilik homestay sederhana yang menggantungkan harapan pada tamu yang datang, hingga perajin lokal yang bertahan menjaga budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

“Saya melakukan kunjungan ke berbagai daerah di tanah air. Salah satu tujuannya adalah untuk bertemu dengan masyarakat, mendengar beragam tantangan dan berupaya menjadi bagian dari solusi,” ujar Menpar Widiyanti dengan nada hangat.

Baca Juga: Menyoroti Pesan Kuat Menpar Tentang Raja Ampat

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi banyak warga daerah, didengar langsung oleh seorang menteri adalah bentuk perhatian yang jarang mereka rasakan.

Di sejumlah daerah wisata, masyarakat masih berjuang bangkit setelah masa sulit pandemi yang pernah membuat sektor pariwisata nyaris berhenti total. Banyak pelaku usaha kecil kehilangan penghasilan. Ada pemilik warung yang menutup usaha, hingga pekerja hotel yang pulang kampung karena kehilangan pekerjaan.

Kini, ketika wisata perlahan bergerak kembali, harapan itu tumbuh sedikit demi sedikit.

Widiyanti memahami bahwa kebangkitan pariwisata tidak akan berarti jika hanya dinikmati kelompok besar. Karena itu, setiap kunjungan lapangan selalu ia jadikan ruang untuk memastikan denyut ekonomi rakyat ikut bergerak.

Di pasar wisata dan sentra ekonomi kreatif yang dikunjunginya, aroma makanan khas daerah bercampur dengan suara tawar-menawar wisatawan. Ada tangan-tangan ibu rumah tangga yang kini mampu membantu ekonomi keluarga lewat usaha kuliner rumahan. Ada anak muda desa yang memilih tetap tinggal untuk mengembangkan wisata lokal daripada merantau ke kota.

Pariwisata, bagi mereka, bukan sekadar sektor ekonomi. Ia adalah harapan untuk bertahan hidup.

Kehadiran wisatawan membawa efek panjang bagi masyarakat. Saat hotel dan homestay terisi, pengemudi lokal mendapat penumpang. Ketika destinasi ramai, warung makan kembali hidup. Produk kerajinan tangan, kopi lokal, kain tradisional, hingga jajanan khas daerah menemukan pembelinya.

Rantai ekonomi itu bergerak dari hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian. Widiyanti percaya, kekuatan terbesar pariwisata Indonesia justru berada pada masyarakatnya. Keramahan warga, budaya gotong-royong dan kekayaan kuliner lokal menjadi alasan mengapa banyak wisatawan ingin kembali datang.

Pembangunan sektor ini menurutnya tidak cukup hanya menghadirkan akses jalan, hotel, atau promosi digital. Yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat lokal tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Halaman:

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Jejak Ardi Andono Menjaga Nafas Badak Jawa

Rabu, 6 Mei 2026 | 15:53 WIB

Battle Kuteks Under Rp10.000, Mana Paling Oke?

Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:50 WIB
X