“Selain bertemu dengan pelaku wisata dan pemerintah daerah, tentunya bertemu dengan masyarakat selalu memberikan energi baru dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pariwisata,” katanya.
Di tengah agenda kunjungan itu, ada satu momen yang paling membekas. Saat bertemu anak-anak daerah yang mengerumuninya dengan wajah penuh rasa ingin tahu, Widiyanti berhenti cukup lama. Ia berbicara pelan, seperti seorang ibu yang sedang menitipkan harapan kepada generasi masa depan.
“Taruh mimpi kalian setinggi-tingginya dan jangan pernah menyerah. Di dunia ini kita bisa jadi apa pun kalau kita mau, tapi jadilah orang yang baik,” tuturnya.
Sebagian anak tersenyum malu-malu. Sebagian lainnya mengangguk pelan. Mungkin bagi banyak orang, itu hanya percakapan singkat. Tetapi bagi anak-anak di daerah yang tumbuh dengan keterbatasan, kalimat sederhana seperti itu bisa tinggal lama di ingatan mereka.
Perjalanan Widiyanti ke berbagai daerah memperlihatkan satu hal, bahwa pariwisata bukan semata urusan destinasi indah atau target devisa negara. Di dalamnya ada cerita tentang manusia-manusia kecil yang menggantungkan hidup, menjaga budaya dan menyimpan mimpi agar daerahnya tetap hidup. Dan dari wajah-wajah sederhana di pinggir negeri itulah, optimisme pariwisata Indonesia terus menyala. *