"Setelah ditelusuri ternyata pasien ini sering diberikan teh oleh orang tuanya. Karena menurut ayahnya, anak lebih senang jika diberikan teh. Padahal teh ini bisa menghambat penyerapan zat besi," ungkap sang dokter.
Kasus yang Sulit Dideteksi
Berkaca dari kasus ini, Jati Kusuma mengungkap sering terjadi khususnya pada anak di wilayah perkotaan.
"Kasus seperti kejadian ini bukan hanya 1-2 kali. Banyak saya temukan bahkan di perkotaan," terangnya.
Dokter spesialis anak itu juga menyoroti kasus ini banyak dan sulit terdeteksi dan menghimbau masyarakat untuk menghindari pemberian teh pada anak.
"Karena kasusnya banyak dan sulit terdeteksi, jadi mohon kepada Mbah, Bude, Pakde, Om, Tante, untuk menghindari pemberian teh kepada anak ya," tutup Jati Kusuma.***