lifestyle

Boros Bisa Memicu Terjadinya Masalah Kesehatan Mental, Waspadai Dampaknya pada Diri Sendiri

Rabu, 22 Januari 2025 | 10:05 WIB
Ilustrasi boros dalam berbelanja yang berpengaruh pada kesehatan mental, ternyata berbahaya! (Freepik/tirachardz)

NARASIDATA.COM - Boros atau pengeluaran yang berlebihan sering kali dianggap hanya sebagai masalah keuangan, namun dalam kenyataannya, perilaku ini dapat memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. 

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belanja yang tidak terkontrol bisa memperburuk gangguan mental, seperti kecemasan, depresi, dan stres. 

Dampak psikologis dari pengeluaran berlebihan, baik yang disebabkan oleh kebiasaan hidup konsumtif atau tekanan sosial, menjadi masalah yang semakin relevan di tengah dunia yang semakin materialistis.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik STY yang Belum Mau Tinggalkan Tanah Air, Salah Satunya demi Peran Tokoh Pelatih Tim Inferior di Sebuah Film Indonesia Ini

Dampak Boros

Salah satu dampak terbesar dari boros adalah terjadinya utang yang menumpuk. 

Ketika seseorang terus-menerus berbelanja lebih dari kemampuan mereka, utang yang dihasilkan bisa menyebabkan perasaan cemas yang berkelanjutan. 

Baca Juga: Menyoroti Banjir di Grobogan hingga Kendal, Begini Gangguan Aktivitas Warga di Jalan Raya hingga Jalur Kereta dari Semarang Terhambat

Menurut studi yang diterbitkan oleh Psychology Today, individu yang memiliki utang cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki utang. 

Kecemasan ini sering kali dipicu oleh ketakutan akan masa depan finansial yang tidak pasti, dan khawatir tentang kemampuan untuk melunasi utang-utang tersebut.

Ketegangan mental yang timbul dari utang ini bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan yang serius jika tidak diatasi dengan baik.

Baca Juga: Mengintip Sebaran Neo Nazi di Jerman usai Elon Musk Bergaya ala Hitler di Pelantikan Presiden AS, Donald Trump!

Boros juga dapat menyebabkan kerusakan pada rasa harga diri seseorang.

Dalam banyak budaya, terutama di negara-negara dengan ekonomi kapitalis, konsumerisme sering kali menjadi tolak ukur status sosial.

Halaman:

Tags

Terkini

Jejak Ardi Andono Menjaga Nafas Badak Jawa

Rabu, 6 Mei 2026 | 15:53 WIB

Battle Kuteks Under Rp10.000, Mana Paling Oke?

Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:50 WIB