Sebelumnya JPU Hadirkan Ahli Pidana Perlindungan Anak, Kini Dandy Satrio Bawa Saksi Baru di Skandal Asusila

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 13 Maret 2025 | 09:20 WIB
Potret terdakwa kasus pencabulan anak berinisial AG (15), Dandy Satrio. (X.com/@Naz_lira)
Potret terdakwa kasus pencabulan anak berinisial AG (15), Dandy Satrio. (X.com/@Naz_lira)

NARASIDATA.COM - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang dugaan pencabulan yang melibatkan terpidana kasus penganiayaan terhadap David Ozora, Mario Dandy Satrio (20).

Penjabat Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto menuturkan sidang kali menghadirkan keterangan saksi guna memperkuat pembelaan terdakwa dalam kasus yang juga melibatkan anak berusia 15 tahun berinisial AG.

AG diketahui merupakan mantan kekasih Dandy, kasus ini mulai diperkarakan oleh pihak korban pada tahun 2023 lalu.

Baca Juga: Fakta Baru Pembunuhan Bayi 2 Bulan yang Diduga Dilakukan Oleh Oknum Polisi, Ternyata Hasil Hubungan Gelap

"Sidang Mario Dandy digelar jam 11.00 WIB," tutur Djuyamto kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Dalam persidangan kali ini, Dandy menghadirkan saksi baru sebagai saksi a de charge, yaitu pihak yang didatangkan oleh pihak terdakwa dengan tujuan memberikan keterangan yang dapat meringankan dakwaan. 

Saksi yang juga disebut sebagai saksi yang meringankan itu dihadirkan pihak Dandy usai sebelumnya JPU mendakwanya dengan tiga pasal.

Baca Juga: Ngaku Dibully se-Indonesia, Codeblu Akui Minta Imbalan Kerja Sama namun Bukan Pemerasan ke Toko Roti

Tiga pasal itu, yakni Pasal 81 Ayat 1 Jo Pasal 76D UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Atas Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nuli Nali Murti menghadirkan ahli pidana perlindungan anak dalam sidang dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Dandy terhadap AG.

"Pak Sofyan, Ahli Pidana Perlindungan Anak," kata Murti usai sidang pemeriksaan ahli dari JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 26 Februari 2025 lalu.

Baca Juga: Daftar 29 Musisi Indonesia yang Gugat UU Hak Cipta ke MK, Tuntut Kejelasan Sistem Royalti

Saat itu, sidang digelar secara tertutup untuk umum lantaran menyangkut kesusilaan.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X