3 Poin Masalah Banjir di Jabar versi Dedi Mulyadi, Salah Satunya Banyak Daerah Rawa yang Diuruk

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 14 Maret 2025 | 07:00 WIB
Potret Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Potret Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

NARASIDATA.COM - - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuturkan sejumlah poin penting terkait masalah banjir yang menggenangi wilayah Jabar, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Dedi menyebut, bencana banjir yang berdampak di permukiman warga Jabar saat ini terdiri dari tiga masalah utama.

Pertama, terkait alih fungsi kawasan hulu yang sebelumnya menjadi daerah resapan air terdiri atas kawasan gunung, hutan, dan areal perkebunan Jabar.

Baca Juga: KPK Mulai Endus Dugaan Korupsi MBG Meski BGN Membantah, Jubir: Mendapatkan Info Secara Pribadi

Dedi menyoroti kini daerah resapan air itu justru dipenuhi kawasan pariwisata yang menggerus areal resapan air dengan jumlah yang cukup tinggi.

Gubernur Jabar itu menjelaskan kini cuaca saat ini masih belum tergolong ekstrem, namun kenyataannya bencana banjir telah terjadi di sejumlah kawasan hulu.

"Sebenarnya dari sisi cuaca sekarang belum dikategorikan hujan ekstrem karena masih di kisaran 20—30 mm, berarti masih relatif rendah menurut saya," tutur Dedi kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga: Tak Cukup Laporkan Kades Cibarengkok Cianjur Atas Dugaan Korupsi ke Kepolisian, Prabhu Indonesia Jaya Korcam Bojongpicung Lanjut Lapor ke Inspektorat

Kedua, terjadi permasalahan di bantaran sungai di Jabar yang terjadi penyempitan, kemudian mengalami pendangkalan.

Dedi menyebut, bahkan daerah aliran sungainya kini diisi oleh areal permukiman. Perumahan-perumahan berizin itu mengambil daerah aliran sungai sebagai bibir dari area perumahan tersebut.

"Ketika Kementerian Pekerjaan Umum (PU) zaman itu memagar daerah aliran sungainya, pagarnya malah dijebol," terang Dedi. 

Baca Juga: BGN Sempat Membantah Adanya Tindak Korupsi di Program MBG, KPK Sampaikan Asal Informasinya

"Ketika terjadi banjir, airnya masuk ke areal perumahan. Ini juga menjadi konsep kami didiskusikan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait," lanjutnya.

Terakhir, yakni terkait daerah hilir di Jabar yang kini banyak daerah rawa yang diuruk. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X