Rapat Bareng DPR, Begini Klaim Doktif Terkait Modus Penipuan Skincare Tomat Putih yang Diduga Dilakukan Dokter Richard Lee

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 16 Maret 2025 | 14:45 WIB
Doktif saat menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR pada Rabu, 12 Maret 2025. (Tangkapan layar TikTok/DokterDetektif)
Doktif saat menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR pada Rabu, 12 Maret 2025. (Tangkapan layar TikTok/DokterDetektif)

NARASIDATA.COM - Influencer skincare Dokter Detektif atau yang kerap dipanggil Doktif menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR.

Rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 12 Maret 2025 itu juga turut dihadiri oleh Mufti Mubarok, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN).

Dalam rapat itu, Doktif mengklaim dokter Richard Lee telah melakukan penipuan kepada konsumennya.

Baca Juga: Baru Menjabat Langsung Kena Sidak, Ifan Seventeen Telat 40 Menit Saat DPR Sambangi Kantor PFN

Doktif yang melakukan unboxing produk saat rapat itu mengklaim jika produk milik dokter Richard Lee menuliskan ada kandungan white tomato atau tomat putih, padahal aslinya tidak ada.

Doktif menyatakan jika dokter Richard sengaja menempel stiker tomat putih pada produk miliknya.

“Jelas bahwa Richard menambahkan sendiri stiker dengan alasan yang mungkin hanya ia yang tahu,” kata Doktif.

Baca Juga: Merasa Tak Punya Kepentingan, Jokowi Bantah Kirim Utusan pada PDIP untuk Membatalkan Pemecatannya: Coba Logikanya

Namun ia menduga kalau penempelan stiker dilakukan agar harga jual produknya naik.

“Dugaan Doktif untuk bisa menaikkan harga, kenapa? Karena dengan penempelan stiker ini dianggap bahwa produk ini mengandung tomat putih,” terangnya.

Dokter yang bernama asli Amira Farahnaz itu mengatakan jika produk dengan tomat putih bisa dijual di pasaran hingga Rp1.500.000.

Baca Juga: GaroSero Batal Rilis Foto Kim Soo-hyun Saat di Rumah Kim Sae-ron, Iba dengan Kondisi Mentalnya

“Isinya tidak pernah ada tomat putih, tapi iklannya, beliau (Richard Lee) mengiklankan ada kandungan tomat putih,” ucap Doktif.

“Nah, inilah yang Doktif duga bahwa ada terindikasi penipuan,” imbuhnya.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X