Fakta Baru Kasus Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut, Korban Tak Hanya Pasien tapi Juga Perawat dan Bidan

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 16 April 2025 | 17:54 WIB
Korban dokter kandungan yang melakukan pelecehan seksual juga berasal dari para nakes. (Instagram/ahmadsahroni88 - instagram/purnawansenoaji_dr)
Korban dokter kandungan yang melakukan pelecehan seksual juga berasal dari para nakes. (Instagram/ahmadsahroni88 - instagram/purnawansenoaji_dr)

NARASIDATA.COM - Korban dari dokter kandungan yang viral karena diduga melakukan pelecehan seksual di Garut makin bertambah.

Sedang panas di media sosial tentang seorang oknum dokter kandungan yang melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya.

Video yang beredar merupakan hasil rekaman CCTV dari klinik swasta di Garut saat pemeriksaan USG.

Baca Juga: Ingar Perang Tarif China vs AS, Influencer Raymond Chin Justru Bongkar Soal Masalah Impor di Negeri Paman Sam

Tangan kanan dokter tersebut justru masuk ke dalam baju pasien dan berada di area dada.

Terbaru, menurut postingan influencer kesehatan sekaligus dokter, Purnawan Senoaji, terungkap bahwa korbannya tak hanya pasien, tetapi juga bidan dan perawat.

Dalam tangkapan layar pesan DM Instagram yang dibagikan dokter Purnawan, ada pengakuan tentang sesama nakes yang turut menjadi korban.

Baca Juga: Dokter Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Banyak Korban Diiming-imingi Periksa dan USG 4D Gratis

Pada tangkapan layar pertama terlihat pengakuan nakes yang tiba-tiba disentuh oleh pelaku.

“Dia masuk ke ruangan deketin aku terus ngeraba pinggang sampai bawah, aku kaget, gemeteran, cuma nggak bisa apa-apa,” tulis isi bubble pesan yang diunggah dokter Purnawan di Instagram Story pada Selasa, 15 April 2025.

“Aku ini sekitar setahunan yang lalu dan Alhamdulillah seneng banget bisa viral,” tambahnya.

Baca Juga: Kata Coach Nova Arianto usai Garuda Muda U-17 Dibantai Korut, Soroti Skor Telak yang Pupuskan Harapan

Pengakuan lainnya dalam pesan-pesan tersebut mengklaim bahwa dokter MSF sering mengirim pesan untuk bertemu di luar.

“Bidan yang konsul masalah pasien di sekitaran Garut ke dia aja masih sering di-chat, sering diajakin makan tapi nggak mau ramai-ramai, maunya berdua,” tulis pesan tersebut.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X