Sudah Ditonton 5 Juta Moviegoers, Gibran Sebut Film Jumbo Sebagai Era Baru Industri Animasi Indonesia

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 20 April 2025 | 20:08 WIB
Gibran menyebut film Jumbo sebagai era baru animasi Indonesia. (Instagram/visinema.id)
Gibran menyebut film Jumbo sebagai era baru animasi Indonesia. (Instagram/visinema.id)

NARASIDATA.COM - Film animasi Jumbo saat ini tengah hangat jadi perbincangan.

Jumbo merupakan film karya sutradara Ryan Adriandhy yang kini sudah menarik 5 juta moviegoers ke bioskop.

Kesuksesan film Jumbo ini juga menjadi sorotan dari Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Selesai Tutup Konser di Tokyo, Gitaris Seringai Ricky Siahaan Meninggal Dunia Secara Mendadak: Kami Kehilangan Satu Bagian Terpenting

Gibran menyebut bahwa kesuksesan Jumbo ini sebagai era baru dalam industri film animasi.

“Saat ini banyak anak-anak muda kita yang sudah tampil di garis depan,” ujar Gibran dikutip dari video yang diunggah di kanal Wakil Presiden Republik Indonesia pada Sabtu, 19 April 2025.

“Kemarin saya menonton film Jumbo hasil karya animator muda Indonesia yang saat ini sudah menembus 4 juta penonton,” imbuhnya.

Baca Juga: Paula Verhoeven Minta Bantuan Hotman Paris Usai Putusan Pengadilan Sebut Dirinya Berselingkuh: Saya Dipermalukan Satu Indonesia

Gibran kemudian membeberkan bahwa rencana Jumbo yang akan ditayangkan di negara lain menjadi baru industri animasi dalam negeri.

“(Jumbo) akan ditayangkan di 17 negara Asia dan Eropa, ini menjadi era baru industri animasi Indonesia,” tandasnya.

Gibran berpesan bahwa generasi muda harus selalu punya mimpi besar dan berani untuk melakukan terobosan.

Baca Juga: Pramono Anung Sebut 3 Hari Macet Horor Tanjung Priok Bentuk Pengelola Pelabuhan yang Tak Profesional, Siap Beri Peringatan Keras untuk Pelindo

Sebelumnya diketahui bahwa Gibran mengajak 139 anak yatim untuk menonton film Jumbo pada 11 April 2025 lalu di Senayan City, Jakarta Pusat.

Jumbo sendiri bercerita tentang Don, seorang anak laki-laki yang sering menjadi korban perundungan karena bentuk tubuhnya yang besar.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X