Menkeu Sri Mulyani Klaim Penerimaan Pajak Menguat di Awal 2025: Sistem Coretax Berjalan On Track

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 25 April 2025 | 18:12 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani. (Instagram.com/@smindrawati)
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani. (Instagram.com/@smindrawati)

NARASIDATA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani mengungkap penerimaan perpajakan Indonesia menguat pada awal tahun 2025.

Sri Mulyani menuturkan, pada Maret 2025, total penerimaan perpajakan mencapai Rp400,1 triliun, atau sekitar 16,1 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025

Menkeu RI itu menyebut khusus realisasi penerimaan pajak, mencapai angka Rp322,6 triliun.

Baca Juga: Pasca Viral Skandal Dugaan Kekerasan, Mantan Pawang Gajah Bongkar Sifat Asli Pimpinan OCI Taman Safari

"Terjadi pembalikkan dari tren penerimaan pajak, menjadi positif. Khususnya penerimaan pajak yang meningkat signifikan di bulan Maret 2025 mencapai Rp134,8 triliun," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, pada Kamis, 24 April 2025.

Selain itu, Sri Mulyani menyoroti peningkatan ini ditopang oleh reformasi perpajakan, termasuk pembenahan administrasi dan implementasi sistem inti perpajakan Coretax.

Menkeu RI itu juga mengklaim ke depan penerimaan pajak diperkirakan akan tumbuh lebih optimal.

Baca Juga: Mbok Yem dan Sejarah Legenda Warung di Puncak Gunung Lawu yang ‘Mahal’

"Kenaikan penerimaan pajak ini menunjukkan bahwa program-program perbaikan penerimaan perpajakan berjalan on track," terang Sri Mulyani.

"Ke depan, pelaksanaan penarikan pajak diharapkan akan lebih efisien dan penerimaan pajak diperkirakan akan tumbuh lebih optimal," sambungnya.

Sementara itu, Sri Mulyani menjelaskan kenaikan penerimaan juga terjadi merata di berbagai jenis pajak, rumah tangga, serta sektor ekonomi lainnya. 

Baca Juga: Keluarga Ungkap Nasib Warung di Negeri Awan Selepas Mbok Yem Meninggal Dunia

"Sektor ekonomi menunjukkan perekonomian Indonesia serta daya beli konsumen masih tetap kuat secara umum," tandasnya.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X