Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan yang Mempengaruhi Kualitas Makanan

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 16 Mei 2025 | 14:46 WIB
Potret relawan SPPG saat menyiapkan menu makanan MBG. (Instagram/badangizinasional.ri)
Potret relawan SPPG saat menyiapkan menu makanan MBG. (Instagram/badangizinasional.ri)

NARASIDATA.COM - Beberapa waktu terakhir marak terjadi kasus keracunan makanan dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.

Paling baru adalah terjadinya kasus keracunan MBG di wilayah Kota Bogor.

Total ada 223 orang siswa yang mengalami keracunan, sehingga Wali Kota Bogor menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga: Menyoal Kasus Meme Mahasiswi ITB, Begini Kata Jokowi Mengenai Laporan ke Polisi

Kasus keracunan itu terjadi antara tanggal pembagian MBG pada 6-9 Mei 2025, di mana pelaksanaannya di bawah SPPG Bina Insani.

Hasil uji lab ditemukan bahwa pada makanan telor ceplok mengandung bakteri E. coli dan tumis toge dan tahu terindikasi Salmonella.

Atas kasus keracunan yang telah terjadi, Kepala BGN menegaskan tidak ada pengiritan dana untuk kualitas makanan.

Baca Juga: Tanggapi Permasalahan Meme Mahasiswi ITB, Jokowi: Sudah Kebablasan, Kebangetan

“Apakah penyebab keracunan karena ada aspek di mana kualitas makanan diirit segala macam, itu nggak ada,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dalam konferensi pers di gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Mei 2025.

Dadan mengungkapkan bahwa harga makanan untuk MBG sudah ditetapkan, sehingga tidak berpengaruh pada harga bahan dasarnya di pasar.

“Kami menetapkan at cost untuk bahan baku dan operasional karena kami menjaga kualitas makanan, jadi harga itu baik naik maupun turun, tidak boleh mempengaruhi kualitas makanan,” jelas Dadan.

Baca Juga: Selain Pendidikan Karakter di Barak TNI ala Dedi Mulyadi, Kini Siswa Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah

“Nggak ada gunanya mengirit dari bahan baku karena yang kita tetapkan adalah at cost,” imbuhnya.

Untuk kasus di Kota Bogor, Dadan membeberkan bahwa untuk sementara kegiatan memasak di Bina Insani dihentikan dan dilakukan evaluasi mendasar.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X