Mentan Andi Bongkar Keanehan Stok Beras di Gudang Cipinang, Sebut soal Harga yang Tak Masuk Akal

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 4 Juni 2025 | 12:13 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman. (Instagram.com/@a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman. (Instagram.com/@a.amran_sulaiman)

NARASIDATA.COM - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya kejanggalan pada stok beras yang berada di Gudang Cipinang, Jakarta Timur, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Amran menyebut, keanehan itu terjadi karena harga beras naik saat stok sedang melimpah. Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yang diketahui rata-rata harga beras naik di tingkat grosir dan eceran.

Kemudian, Mentan RI menyoroti harga rata-rata beras turun di tingkat penggilingan. Melihat hal itu, Amran menilai apabila harga beras di tingkat penggilingan turun, seharusnya harga beras di tingkat eceran juga ikut turun.

Baca Juga: Punya Peluang Debut di Laga Kontra China, Emil Audero Mengaku Enggan Terlalu Emosional

"Ini kalau harga di tingkat penggilingan, penggilingan itu identik petani, kenapa? Berada di sawah, itu turun berarti harus eceran? Turun," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Amran menuturkan, terdapat keanehan pada data stok beras di Gudang Cipinang, Jakarta Timur, per tanggal Mei 2025. 

Mentan RI menyebut, sebanyak 11 ribu ton beras yang keluar dari gudang Cipinang pada 28 Mei 2025. Padahal selama lima tahun terakhir, beras keluar dari gudang Cipinang rata-rata berkisar 1.400 hingga 3.500 ton.

Baca Juga: Absen Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Dapat Perpanjang Kontrak di Ipswich Town

"Ini (beras yang dikeluarkan dari Cipinang) 3 ribu ton, 3 ribu ton, 4 ribu ton, 2 ribu ton,1 ribu ton, ini masuk akal nggak ini 11.000 (beras) keluar satu hari? Aneh kan? Ya selesai ini jawabannya (harga beras naik)," terang Amran.

Terkait hal itu, Amran menilai hal tersebut perlu diinvestigasi lebih lanjut dengan Satgas Pangan, karena menurutnya tidak terlepas dari 'permainan' mafia.

"BPS mengatakan (harga rata-rata beras di tingkat penggilingan turun Mei 2025), artinya apa? Ada middle man yang mempermainkan. Inilah terkadang kita sebut mafia," tukasnya.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X