Update Perang Iran vs Israel, Netanyahu Kini Diancam Militer Republik Islam: Hukuman yang Sebenarnya Akan Tiba

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 19 Juni 2025 | 07:29 WIB
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu (tengah). (Instagram.com/@b.netanyahu)
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu (tengah). (Instagram.com/@b.netanyahu)

NARASIDATA.COM - Konflik Iran dan Israel kini memasuki hari ke-5 pada Rabu, 18 Juni 2025, setelah sebelumnya pasukan militer Israel memulai peperangan lebih dulu dengan melakukan serangan udara mendadak ke wilayah ibu kota Teheran, Iran.

Iran pun sempat membalas serangan tersebut dengan rentetan tembakan rudal dan drone sehari setelahnya. 

Dilansir dari Al Jazeera, sejauh ini terdapat 224 tewas dan 1.200 luka-luka di pihak Iran termasuk sejumlah perwira tinggi militer. Di pihak Israel, jumlah korban sebanyak 24 orang yang tewas dan 592 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Aksi Serangan Iran ke Tel Aviv Diklaim Jadi Simbol Perlawanan Negara yang Dizalimi Israel, Khususnya Palestina

Terkini, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menyebut akan ada suatu operasi hukuman (punitive operation) bagi Israel dalam waktu dekat. 

Dilansir kantor berita di Iran, IRNA, melaporkan operasi ini akan menggantikan operasi militer yang dilaksanakan oleh Iran sejauh ini terhadap Israel. 

Mousavi mengklaim, operasi militer Republik Islam itu dilancarkan untuk menghukum Israel yang telah melanggar batas-batas perang. 

Baca Juga: Dubes Iran untuk RI Klaim Negaranya akan Terus Bela Diri Selama Masih Digempur Israel

"Mengabaikan hukum internasional dengan terus membunuh sekitar 300 jurnalis di Gaza dan Lebanon, serta menyerang Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), adalah upaya mereka untuk membungkam suara kebenaran," kata Mousavi sebagaimana dilansir dari Times of India, pada Rabu, 18 Juni 2025.

Mousavi kemudian menyatakan agar warga sipil di Tel Aviv dan Haifa menyingkir dan mengungsi, seraya menghimbau agar tidak menjadi korban akibat ulah arogansi PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Kepala Staf Angkatan Darat Militer Iran itu juga menegaskan, serangan ini akan membalas semua darah martir yang tumpah akibat pertikaian dua negara.

Baca Juga: Donald Trump Diberi Kesempatan Tuk Buka Jalan Diplomasi Perang Iran vs Israel, Meski Hanya dengan 1 Panggilan Telepon

"Hukuman yang sebenarnya akan tiba. Warga diharapkan mengungsi demi nyawa kalian, jangan jadi korban akibat ulah Netanyahu," tegas Mousavi.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X