NARASIDATA.COM – Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran.
Aksi militer ini menandai langkah besar Washington dalam mendukung kampanye bersenjata yang lebih luas bersama Israel terhadap Teheran.
Trump mengonfirmasi operasi militer tersebut dalam pidato resmi yang disiarkan televisi pada Sabtu 21 Juni 2025 (waktu setempat).
Baca Juga: Wamenpar: Quality Tourism Tak Hanya soal Jumlah Kunjungan, tapi Juga Pengalaman Unik untuk Wisatawan
Ia menyebut serangan itu sebagai "keberhasilan militer yang spektakuler".
"Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dan sepenuhnya dihancurkan," ujar Trump dalam pidatonya, dikutip Minggu 22 Juni 2025.
Trump juga mengingatkan bahwa Iran kini berada di persimpangan antara "perdamaian atau tragedi", dan memperingatkan akan adanya serangan lanjutan yang lebih besar jika Iran menolak dialog damai.
Baca Juga: Persiapan Retret Gelombang II, 49 Kepala Daerah Jalani Pemeriksaan Kesehatan
"Jika perdamaian tidak segera terwujud, kami akan menyerang target-target lainnya dengan tepat, cepat, dan terampil," tegasnya.
Sebelumnya pemerintahan AS telah menghubungi pihak Iran secara diplomatis dan menyampaikan bahwa serangan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggulingkan pemerintahan, melainkan murni sebagai bagian dari strategi militer.
Trump juga merinci tiga lokasi nuklir yang menjadi sasaran, yakni Natanz, Isfahan, dan Fordow.
Ia menyebut sebanyak 30 rudal Tomahawk telah ditembakkan ke dua lokasi pertama, sementara enam bom penghancur bunker dijatuhkan ke fasilitas bawah tanah di Fordow.
Langkah ini dipandang sebagai eskalasi besar yang berpotensi menjerumuskan kawasan ke dalam konflik regional baru.