Proyek Baterai Listrik Rp95,5 Triliun di Karawang Resmi Dimulai, Bahlil Prediksi Buka 35.000 Lapangan Kerja

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 1 Juli 2025 | 11:25 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (instagram/bahlillahadalia)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (instagram/bahlillahadalia)

NARASIDATA.COM - Pemerintah Indonesia resmi memulai pembangunan Proyek Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, pada Minggu 29 Juni 2025. 

Proyek strategis nasional senilai USD5,9 miliar atau sekitar Rp95,5 triliun ini diharapkan membawa dampak besar bagi ekonomi dan industri kendaraan listrik nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa proyek ini diperkirakan akan membuka hingga 8.000 lapangan kerja langsung dan sekitar 35.000 pekerjaan tidak langsung. 

Baca Juga: Viral Sopir Bajaj Beri Rokok ke Petugas Derek, Kadishub DKI: Jika Terbukti Pungli, Langsung Saya Berhentikan

Selain itu, potensi efek berganda terhadap ekonomi Indonesia diprediksi mencapai USD40 miliar per tahun.

"Ini bukan angka kecil. Dan ini setiap tahun ketika harganya naik, itu naik lagi," ujarnya saat memberikan keterangan dalam acara groundbreaking.

Proyek ini juga ditargetkan bisa memproduksi hingga 15 gigawatt baterai kendaraan listrik setiap tahunnya. 

Baca Juga: Momen Seskab Teddy Pantau Proses Pembangunan Sekolah Rakyat, Sempatkan Waktu Berdialog dengan Orang Tua Calon Siswa

Menurut Bahlil, kapasitas ini setara dengan kebutuhan baterai untuk sekitar 250.000 hingga 300.000 unit mobil listrik.

"Untuk di lokasi ini, kita resmikan area ground breaking 15 gigawatt. 15 gigawatt ini kalau kita konversi ke baterai mobil itu kurang lebih sekitar 250.000 sampai 300.000 mobil," ungkapnya.

Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan perusahaan raksasa asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Baca Juga: Ramai Jokowi Sempat Diduga Alami Stevens Johnson Syndrome, Richard Lee: Ini Jauh Banget dari SSJ

Kolaborasi ini menunjukkan upaya serius Indonesia dalam membangun rantai pasok kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Lebih lanjut, Bahlil juga menyatakan agar pengembangan baterai bisa mencakup penyimpanan energi dari panel surya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X