Dianggap Tak Seperti Biasanya, Bahlil Soroti Kehadiran Prabowo di Peresmian Groundbreaking Proyek Baterai Listrik Terintegrasi

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 1 Juli 2025 | 19:51 WIB
Momen Presiden Prabowo saat memberi sambutan di acara peresmian groundbreaking proyek baterai listrik di Karawang, Minggu, 29 Juni 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Momen Presiden Prabowo saat memberi sambutan di acara peresmian groundbreaking proyek baterai listrik di Karawang, Minggu, 29 Juni 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

NARASIDATA.COM - Groundbreaking proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL diresmikan oleh Presiden Prabowo.

Peresmian dilakukan dalam acara yang digelar di Kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Minggu, 29 Juni 2025.

Dalam acara tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dan laporan mengenai jalannya proyek tersebut.

Baca Juga: Viral Sopir Bajaj Beri Rokok ke Petugas Derek, Kadishub DKI: Jika Terbukti Pungli, Langsung Saya Berhentikan

Ia juga menyoroti kehadiran Presiden Prabowo di acara tersebut.

“Kami tahu dalam berbagai arahan bahwa Presiden biasanya tidak mau hadir di acara kalau cuma groundbreaking, biasanya itu meresmikan yang sudah jadi,” ujar Bahlil dari atas podium acara tersebut pada Minggu, 29 Juni 2025.

Bahlil lantas mengatakan kehadiran Prabowo ini juga menjadi pemantik semangat untuk para satgas.

Baca Juga: Momen Seskab Teddy Pantau Proses Pembangunan Sekolah Rakyat, Sempatkan Waktu Berdialog dengan Orang Tua Calon Siswa

“Mohon maaf Pak, untuk kali ini, kami memohon kiranya untuk Bapak datang untuk memberikan semangat pada Satgas Hilirisasi, Pak,” kata Bahlil.

“Jadi, kehadiran Bapak sangat kami ucapkan terima kasih sekali lagi, Bapak Presiden,” imbuhnya.

Di momen yang sama, Bahlil juga mengatakan bahwa arahan dari Prabowo membuat proyek ini akhirnya bisa berjalan.

Baca Juga: Ramai Jokowi Sempat Diduga Alami Stevens Johnson Syndrome, Richard Lee: Ini Jauh Banget dari SSJ

Ia membeberkan bahwa proyek dengan total nilai investasi mencapai Rp95,43 triliun itu sempat berhenti 3 tahun karena tidak ada keputusan jelasnya.

“Proyek ini Pak, kami sudah kerjakan 4 tahun, saya sama Pak Erick, sama Pak Tiko kemudian Danantara, ini negosiasinya Pak, alot,” terang Bahlil.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X