NARASIDATA.COM - Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan tidak mengetahui asal-usul surat berkop Kementerian UMKM terkait plesiran atau kunjungan istrinya ke luar negeri (LN).
Sebelumnya, Maman menjadi sorotan setelah beredar dugaan surat edaran dengan kop Kementerian UMKM yang mengatasnamakan 'Kunjungan Istri Menteri UMKM Republik Indonesia' untuk mengikuti kegiatan 'Misi Budaya'.
Surat ditujukan pada KBRI Sofia, KBRI Brussel, KBRI Paris, KBRI Bern, KBRI Roma, KBRI Den Haag, dan Konsul Jenderal RI Istanbul. Surat berisi permintaan dukungan berupa pendampingan pada istri Menteri dan rombongannya.
Baca Juga: KPK Telusuri Skema Fee Proyek di MPR, Eks Sekjen Diduga Terima Gratifikasi Rp17 Milia
Edaran surat tersebut diketahui memuat keterangan bahwa ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Kementerian, Arif Rahman Hakim. Tembusan Menteri UMKM dan Direktorat Eropa I-II Kementerian Luar Negeri.
Membantah dugaan itu, Maman memastikan tidak pernah mengarahkan, memerintahkan, maupun mendisposisikan surat tersebut.
"Terkait beredarnya dokumen sampai hari ini saya pun tak mengerti itu dokumen dari mana," ujar Maman kepada awak media usai menyerahkan dokumen klarifikasi ke Kantor KPK, Jakarta, pada Jumat, 4 Juli 2025.Baca Juga: Usai Sesumbar Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran, Trump Ditantang Lihat Efek Bom Atom di Hiroshima
"Jadi, saya tidak pernah ada perintah dari saya. Tidak ada pernah disposisi dari saya. Tidak ada pernah apa pun arahan dari saya. saya merasa tidak tahu-menahu mengenai dokumen tersebut. Oke, clear ya," imbuhnya.
Maman kemudian meminta agar isu ini tidak lagi dibesar-besarkan, seraya menyatakan keberangkatan istrinya murni untuk mendampingi anak dalam kegiatan misi budaya.
Menteri UMKM itu menilai, kegiatan tersebut tidak menggunakan fasilitas negara. Misi budaya itu, lanjutnya, merupakan kegiatan kompetisi International World Innovative Student Expo selama 14 hari mewakili Indonesia.Baca Juga: Hari Ini, Tom Lembong Hadapi Sidang Tuntutan Skandal Korupsi Impor Gula Senilai Rp578 Miliar
"Jadi, saya mohon kepada semuanya untuk menyudahi polemik ini," tutur Maman.
"Dan tolong ada anak-anak kita, dia bawa nama negara, ingin membanggakan orang tuanya dan bapaknya di rumah dan negara, sedang bertanding di sana," sambunya.
Perihal surat berkop Kementerian UMKM, Maman enggan menanggapinya lebih lanjut.
Baca Juga: Dituntut 7 Tahun Penjara, Hasto Imbau Kader PDIP Tetap Tenang dan Percaya Hukum