Soal Rekam Jejak para Calon Dubes, Komisi I DPR: Kelas Berat Semua

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Senin, 7 Juli 2025 | 15:53 WIB
Foto ilustrasi bendera-bendera negara di tiang - calon dubes Indonesia untuk negara-negara sahabat. (Unsplash/sebastiano_piazzi)
Foto ilustrasi bendera-bendera negara di tiang - calon dubes Indonesia untuk negara-negara sahabat. (Unsplash/sebastiano_piazzi)

NARASIDATA.COM - Menyusul rapat bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Komisi I DPR RI langsung menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test untuk para calon duta besar (dubes).

Ada 24 calon dubes yang diuji oleh DPR pada Sabtu dan Minggu, 5 dan 6 Juli 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Masing-masing harinya ada 12 calon dubes yang diuji dan terbagi menjadi dua sesi, yakni 6 orang pada pagi hari dan 6 orang lainnya pada siang hari.

Baca Juga: Update Tragedi KMP Tunu: Pihak Pemilik Kapal Akhirnya Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, mengungkapkan bahwa para calon dubes yang diuji bukan orang sembarangan.

Mereka memiliki rekam jejak yang perlu diperhitungkan, hingga dirinya menyebutnya sebagai ‘kelas berat’ jika dihubungkan dengan tinju.

Pasalnya, hampir seluruh calon dubes adalah seorang diplomat yang berpengalaman.

Baca Juga: Mensos Minta Maaf Kalau Ada Warga yang Tidak Menerima Bansos Lagi, Efek Penyesuaian 1,9 Juta Data Penerima

“Ini mostly diplomats, ada satu Pak Hotmangaradja, beliau dulu Letnan Jenderal TNI,” ujar Utut di Parlemen kepada media pada Minggu, 6 Juli 2025.

Ia lantas memberi contoh bahwa dengan menilik latar belakang setiap orang yang dicalonkan, sama halnya dengan petinju kelas berat.

“Jadi kalau dari petinju, ini kelas berat semua, Heavyweight, bukan yang 48 kilogram,” tambahnya.

Baca Juga: Mensos Minta Maaf Kalau Ada Warga yang Tidak Menerima Bansos Lagi, Efek Penyesuaian 1,9 Juta Data Penerima

Dari kalangan militer, ada Letjen (Purn) Hotmangaradja Panjaitan diajukan untuk menjadi dubes Indonesia di Singapura dan Mayjen (Purn) Gina Yoginda untuk Afghanistan.

Sementara itu, tahap selanjutnya pemilihan calon dubes ini adalah Komisi I akan melaksanakan rapat internal untuk memberikan rekomendasi kepada pimpinan DPR dan dibahas di Rapat Paripurna DPR.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X