5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Buru-Buru Beli Mobil Listrik: Dari SPKLU Langka hingga Biaya Baterai Selangit

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 9 Juli 2025 | 07:21 WIB
Foto ilustrasi mobil listrik. (Unsplash/MichaelFousert)
Foto ilustrasi mobil listrik. (Unsplash/MichaelFousert)

NARASIDATA.COM - Di tengah gelombang promosi dan insentif yang gencar dari pemerintah, mobil listrik terus menarik perhatian masyarakat Indonesia. 

Namun, di balik euforia tersebut, muncul suara-suara kritis yang patut diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli.

Salah satunya datang dari channel YouTube Chris Delano yang menyajikan ulasan dari sudut pandang konsumen.

Baca Juga: Siap-Siap Kangen! Hoshi dan Woozi SEVENTEEN Dikabarkan Bakal Wamil

Dalam video tersebut, ia menyampaikan sebuah pandangan yang mengungkap mengapa pembelian mobil listrik saat ini sebaiknya dipertimbangkan matang-matang.

Dalam video ulasannya, disampaikan lima alasan utama mengapa konsumen sebaiknya tidak terburu-buru meminang kendaraan ramah lingkungan ini. Berikut poin-poin penting yang diangkat:

  1. Infrastruktur Pengisian Daya Masih Terbatas

Baca Juga: Soal Laporan 212 Merek Beras Nakal Tak Sesuai Standar, Mentan: 10 Perusahaan Terbesar Sudah Diperiksa Satgas Pangan

Salah satu kendala terbesar adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum merata.

“Sulit menemukan SPKLU di luar Jakarta atau kota-kota besar, seperti di tol Jawa atau daerah,” ujar narasi dalam video tersebut, dikutip Selasa 8 Juli 2025.

Bahkan jika ada, antrean panjang atau kerusakan unit bisa membuat pengguna harus menunggu berjam-jam. 

Baca Juga: Mentan Tegas Wanti-wanti Pengusaha Beras Nakal, Ingatkan Satgas Pangan Bakal Pantau Sampai Daerah

Pengalaman seorang teman yang harus mengantre hampir satu jam di rest area karena hanya ada satu charger yang berfungsi menjadi contoh nyata kerepotan tersebut.

  1. Harga Mobil Listrik Masih Tinggi

Harga juga menjadi pertimbangan serius. “Mobil listrik belum terjangkau untuk semua orang,” tegas ulasan tersebut.

Baca Juga: Update Kampung Haji Indonesia: Stafsus Menag Ungkap Lampu Hijau Pembangunan Usai Pertemuan Prabowo dengan Pangeran MBS

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X