Apresiasi Fadli Zon tentang Hari Kebudayaan Nasional, PDIP Minta Penetapan Tanggal Jangan Dikaitkan dengan Prabowo

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 15 Juli 2025 | 18:29 WIB
Politikus PDIP Aria Bima meminta penetapan Hari Kebudayaan Nasional tidak dikaitkan dengan Presiden Prabowo. (Instagram/ariabima_ab)
Politikus PDIP Aria Bima meminta penetapan Hari Kebudayaan Nasional tidak dikaitkan dengan Presiden Prabowo. (Instagram/ariabima_ab)

NARASIDATA.COM - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aria Bima turut buka suara mengenai Hari Kebudayaan Nasional 

Diketahui bahwa Kementerian Kebudayaan telah menetapkan Hari Kebudayaan Nasional diperingati setiap tanggal 17 Oktober.

Penetapan ini langsung ramai jadi perbincangan publik karena tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Anies Baswedan Singgung soal Presiden Indonesia Sering Absen di Forum PBB, PDIP: Kritiknya Tidak Salah

“Hari Kebudayaan, saya kira itu apresiasi bagaimana kita tidak hanya konsentrasi ke persoalan politik, ekonomi, tapi fondasi kebudayaan ini penting,” ujar Aria Bima kepada media di Kawasan Parlemen Senayan pada Senin, 14 Juli 2025.

“Mari Hari Kebudayaan itu kita sambut baik. Saya mengapresiasi Pak Fadli Zon,” imbuhnya.

Selain memberikan apresiasi kepada Fadli Zon, ia juga meminta untuk tidak mengaitkannya dengan hari ulang tahun Prabowo.

Baca Juga: Viral! Rumah Dua Lantai di Demak Tenggelam Jadi Satu Lantai dalam 10 Tahun akibat Penurunan Tanah

“Jangan disimplikasi, jangan terlalu dikecilkan, dikerdilkan dengan hal yang berkaitan, persamaan hari lahirnya Pak Prabowo,” tambahnya.

Aria juga meyakini bahwa Prabowo pun tidak akan menyukai gagasan hari lahirnya secara sengaja dijadikan sebagai momen penting untuk negara.

“Saya kira Pak Prabowo juga tidak akan suka kalau kelahirannya kemudian dijadikan sebagai satu hal yang monumental seperti kebudayaan,” ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Temukan Warga TPA Sarimukti Masak Bangkai Ayam untuk Dimakan

“Park Prabowo sadar bener sebagai negarawan nggak mau lah bicara soal kebudayaan itu kemudian dianalogikan dengan hari kelahirannya, saya kira itu,” tandasnya.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X