Soroti Soal Ketimpangan Ekonomi dan Kelangkaan Minyak, Prabowo Minta Kampus Buka Studi Baru Serakahnomics

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 25 Juli 2025 | 07:10 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics. (setneg.go.id)
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics. (setneg.go.id)

NARASIDATA.COM - Presiden Joko Widodo menyampaikan usulan tak biasa dalam pidatonya saat perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Rabu 23 Juli 2025 malam. 

Ia meminta universitas-universitas di Indonesia membuka bidang studi baru bernama serakahnomics, sebuah istilah yang ia ciptakan sendiri untuk menggambarkan fenomena ekonomi yang menyimpang dari prinsip keadilan sosial.

"Bukan mazhab neolib atau pasar bebas, atau capital, ini mazhab serakahnomics," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga: Tanggapi Tuduhan Politisasi Kasus Tom Lembong, Ketua Komisi Kejaksaan: Sejak Awal Menteri Lain Dipanggil Juga

"Tolong kawan-kawan kita yang di universitas-universitas itu yang pintar-pintar tolong buka bidang studi serakahnomics," lanjutnya. 

Presiden mengawali pernyataannya dengan menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang menurutnya sangat sederhana, namun mengandung prinsip-prinsip kuat dalam menjaga kedaulatan dan kesejahteraan negara.

Ia menyatakan bahwa tujuan bernegara seharusnya mampu menjamin rakyat hidup aman, sejahtera, dan terbebas dari kemiskinan. 

Baca Juga: Soal Dugaan Pungutan Berkedok Sumbangan di MAN 1 Cianjur, Dedi Mulyadi Soroti Dalih ‘Bantuan’ Tuk Program Sekolah

"Kalau rakyat tidak punya rumah, lapar, anak-anak gizi buruk, pengangguran tinggi, itu bukan tujuan bernegara," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyinggung ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” 

Menurutnya, asas ini jauh berbeda dengan pendekatan ekonomi neoliberal yang hanya mengandalkan efek "trickle down" atau menetesnya kekayaan dari orang kaya ke masyarakat luas.

Baca Juga: Respons Menkumham Soal Eks TNI AL Satria Arta Kumbara yang Ingin Jadi WNI Lagi

"Kenyataannya menetesnya lama banget, menetesnya 200 tahun, sudah mati kita semua itu. Jadi itu enggak benar, enggak benar, tidak akan netes ke bawah," ujarnya dengan nada kritik.

Prabowo juga menyoroti ironi Indonesia sebagai produsen minyak goreng dan kelapa sawit terbesar di dunia, namun sempat mengalami kelangkaan minyak goreng di dalam negeri. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X