Respon Istana soal Demo 25 Agustus di DPR yang Sempat Ricuh, Ingatkan Penyampaian Aspirasi Jangan Sampai Merusak

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 10:15 WIB
Kepala PCO Hasan Nasbi saat mengungkapkan alasan pemilihan calon dubes oleh Prabowo dalam keterangan resmi pada 8 Juli 2025. (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)
Kepala PCO Hasan Nasbi saat mengungkapkan alasan pemilihan calon dubes oleh Prabowo dalam keterangan resmi pada 8 Juli 2025. (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)

NARASIDATA.COM - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi buka suara mengenai demo 25 Agustus di depan gedung DPR.

Demo yang dilangsungkan pada Senin, 25 Agustus 2025 itu sempat ricuh dan membuat kerusakan, seperti merusak gerbang DPR hingga separator busway.

Mengenai aksi demo yang dilakukan, Hasan Nasbi menyatakan setiap orang memiliki hak untuk berpendapat, namun diharapkan tetap kondusif.

Baca Juga: Danantara Indonesia Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Hasil Kerja Sama dengan Organisasi Pendidikan Terbaik di Dunia

“Gini, kebebasan berpendapat tidak pernah dilarang, orang ingin menunjukkan aspirasi dijamin oleh Undang Undang,” ujar Hasan Nasbi di kantor PCO pada Selasa, 26 Agustus 2025.

“Tapi kalau merusak, ya tidak dijamin oleh Undang Undang, maksudnya tidak disuruh Undang Undang, itu berbeda dengan penyampaian pendapat,” imbuhnya.

Menurutnya, kalau sudah berubah menjadi anarkis hingga merusak atau menghancurkan sekitar, hal itu sudah tidak termasuk dalam penyampaian pendapat.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Tambah Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Upah Guru Honorer

“Aspirasinya saya yakin sudah sampai ke pihak yang ingin didengar, kita yakin sampai,” ucapnya lagi.

“Jadi pemerintah melihat demonstrasi itu usaha menyampaikan aspirasi tapi jangan sampai merusak, jangan mengganggu ketertiban, jangan sampai merugikan kepentingan orang lain, gitu kira-kira,” jelasnya.

Demo 25 Agustus salah satunya menuntut menghapus tunjangan untuk anggota DPR yang selama beberapa waktu terakhir ramai jadi perbincangan.

Baca Juga: Gelar Demo di Bundaran Gladak, Peternak Ayam Solo Desak Mentan Amran Mundur Jika Gagal Atasi Krisis Jagung

Beberapa tunjangan dianggap sebagai pemborosan di tengah kebijakan efisiensi dan kondisi masyarakat saat ini.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X