Bapanas Beberkan Keuntungan Impor Sapi Hidup, Sebut Ekonomi Domestik Tetap Tumbuh Meski Ada Pengadaan Luar

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:28 WIB
Foto ilustrasi peternakan sapi - Bapanas jelaskan alasan impor sapi hidup. (Unsplash/Austin Santaniello)
Foto ilustrasi peternakan sapi - Bapanas jelaskan alasan impor sapi hidup. (Unsplash/Austin Santaniello)

NARASIDATA.COM - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki rencana terkait pengembangan pangan pokok strategis oleh Koperasi Merah Putih.

Arief menyatakan bahwa Koperasi Merah Putih, nantinya bisa membantu menjual hasil sapi hidup dari peternak lokal.

Pemerintah pun saat ini tengah melakukan transformasi tentang pengadaan luar negeri dari daging beku (frozen meat) menjadi ternak hidup (live cattle).

Baca Juga: Sampaikan Duka Cita Langsung pada Keluarga, Prabowo Melayat ke Rumah Affan Kurniawan

“Dengan diskusi bersama Bapak Menko Pangan, kalau bisa, nanti kita bisa jualan sapi hidup juga di Kopdes Merah Putih,” ujar Arief, dikutip dari laman resmi Bapanas pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

“Nanti kita bisa jualan sapi hidup karena daging sapi yang diimpor itu tidak ada keuntungan sama sekali untuk masyarakat luas,” imbuhnya.

Dengan impor sapi hidup, menurut Arief, para peternak di desa bisa berjualan sapi plus hasilnya.

Baca Juga: Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Affan Kurniawan, Prabowo: Pemerintah akan Menjamin Kehidupan Keluarganya

“Kita mulai kurangi sapi yang sudah jadi, yang frozen condition, sehingga nanti para peternak di desa-desa itu bisa jualan sapi dan hasilnya,” ucap Arief.

“Geliat ekonomi domestik pun bertumbuh meskipun ada pengadaan dari luar,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa Presiden Prabowo setuju dengan pengadaan impor 500.000 ekor sapi betina dari Brasil.

Baca Juga: Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan hingga Antar sampai Pemakaman, Ibu Korban: Anak Saya Nggak Ada Pak

Rencana impor 500.000 ekor sapi itu dilontarkan oleh pejabat yang akrab disapa Zulhas itu pada 1 Agustus 2025 lalu saat berkunjung ke Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X