Update Pencarian Macan Tutul Lembang Park Zoo: Sembilan Ekor Tertangkap Kamera di Hutan Lindung Tangkuban Parahu

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 10 September 2025 | 10:00 WIB
Foto Ilustrasi - BBKSDA Jawa Barat ungkap ada sembilan ekor macan tutul yang tertangkap kamera di kawasan Hutan Lindung Tangkuban Parahu. (Unsplash/aboeka)
Foto Ilustrasi - BBKSDA Jawa Barat ungkap ada sembilan ekor macan tutul yang tertangkap kamera di kawasan Hutan Lindung Tangkuban Parahu. (Unsplash/aboeka)

NARASIDATA.COM - Pencarian macan tutul yang kabur dari kandang karantina Lembang Park Zoo kini mengarah ke kawasan kaki Gunung Tangkuban Parahu. 

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan wilayah tersebut merupakan habitat asli macan tutul Jawa.

Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, mengungkapkan bahwa penelitian sebelumnya telah mencatat keberadaan populasi satwa tersebut di kawasan hutan lindung.

Baca Juga: Mencermati Capaian Kinerja LPS di Sepanjang Triwulan 1 2025 Semasa Kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa

"Perlu diketahui bahwa kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli macan tutul," kata Eri dalam konferensi pers di Bandung, Senin 8 September 2025.

"Berdasarkan penelitian, di kawasan itu sudah ada sembilan ekor yang tertangkap kamera," tambahnya.

Sejumlah indikasi, mulai dari temuan jejak kaki, laporan warga, hingga hasil pemantauan dengan drone thermal, semakin menguatkan dugaan bahwa satwa tersebut telah kembali ke habitatnya.

Baca Juga: Kontroversi Ferry Irwandi vs TNI, sang Influencer Pernah Soroti Penangkapan Intel di Aksi Demo: Kita Harus Percaya Siapa?

"Kami menyasar lokasi rumah-rumah warga dan kandang ternak di sekitar jalur pergerakan. Jejak terakhir ditemukan di gubuk dan lahan pertanian yang mengarah ke kawasan hutan lindung," jelas Eri.

Dengan temuan ini, BBKSDA menegaskan fokus tim kini pada pemantauan intensif pergerakan macan tutul di sekitar hutan lindung Tangkuban Parahu. 

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan segera melapor bila menemukan tanda keberadaan satwa liar tersebut.***

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X