Manfaatkan Energi Matahari, Unand Hadirkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Petani Bawang Alahan Panjang

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 26 Mei 2026 | 13:20 WIB
Manfaatkan Energi Matahari, Unand Hadirkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Petani Bawang Alahan Panjang
Manfaatkan Energi Matahari, Unand Hadirkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Petani Bawang Alahan Panjang

 

NARASIDATA.COM - Hamparan ladang bawang di Rimbo Tinggi, Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, perlahan mulai mencuri perhatian banyak pihak. Tidak hanya karena keindahan bentang alam dan luasnya area pertanian, tetapi juga karena semangat para petaninya yang terbuka terhadap inovasi teknologi pertanian modern.

Komitmen tersebut dibuktikan saat Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, Unand menghadirkan teknologi pompa air tenaga surya untuk mendukung ketahanan air pada pertanian bawang di kawasan tersebut.

Program yang mengusung tema “Implementasi Teknologi Pompa Air Tenaga Surya untuk Mendukung Ketahanan Air Pertanian Bawang di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok” ini melibatkan dosen, mahasiswa, serta Kelompok Tani Kumbang Jantan. Acara diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Rusnam, MS., selaku perwakilan dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. 

Baca Juga: JAPFA for Kids Catat Dampak Positif, Ribuan Anak Alami Perbaikan Status Gizi

Program ini menjadi langkah nyata dalam pemanfaatan teknologi ramah lingkungan demi mendongkrak produktivitas pertanian masyarakat.

Di tengah kondisi pertanian dataran tinggi yang sangat bergantung pada pasokan air, kehadiran pompa air bertenaga surya ini dinilai menjadi solusi pengairan yang efisien, hemat energi, dan berkelanjutan. Umumnya, pompa air pertanian mengandalkan sumber listrik dari PLN.

Namun, untuk lahan pertanian di Alahan Panjang dan daerah lain yang areanya jauh dari jangkauan jaringan PLN, petani kerap kesulitan menaikkan air untuk menyiram tanaman. Oleh karena itu, pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui panel surya (solar panel) menjadi solusi mutakhir, mengingat air adalah kebutuhan vital bagi pertanian.

Menariknya, teknologi yang dihadirkan dan dicontohkan oleh Unand dalam program ini bersifat mobile atau portabel. Pompa dan panel surya tersebut didesain agar mudah dipindah-pindahkan dari satu titik ke titik lain, sehingga sangat praktis digunakan di area ladang yang luas meski tanpa aliran listrik sama sekali.

Pembina Kelompok Tani Kumbang Jantan, Nofrins, menyampaikan bahwa perkembangan Rimbo Tinggi hingga mulai dikenal luas tidak terlepas dari kolaborasi dan hubungan baik yang dibangun bersama berbagai pihak. Menurutnya, kawasan pertanian bawang di Rimbo Tinggi kini makin sering dikunjungi oleh pihak luar yang ingin melihat langsung potensi daerah tersebut.

“Banyak yang datang ke Rimbo Tinggi untuk melihat area ladang bawang yang luas. Mereka juga ingin membantu bagaimana hasil produksi petani bisa terus meningkat,” ujar Nofrins.

Ia berharap Rimbo Tinggi ke depannya tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi bawang, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kawasan percontohan pertanian modern bagi para petani lainnya di Sumatera Barat.

“Harapannya, Rimbo Tinggi bisa menjadi contoh baik bagi semua petani,” katanya. Potensi besar yang dimiliki Rimbo Tinggi bahkan mulai memikat perhatian akademisi internasional. 

Nofrins membocorkan bahwa salah seorang dosen Unand berencana memboyong para peserta seminar internasional untuk mengunjungi kawasan tersebut dalam agenda pengabdian masyarakat berskala global.

Halaman:

Editor: Azis Aspia Mukholik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X