Akibat Kelakar Buruknya, Pat Gelsinger Ketar-Ketir Usai Tak Ada Lagi Diskon 40 Persen Buat Pasokan Chip dari TSMC

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 2 November 2024 | 11:25 WIB
Potret CEO Intel Corporation, Pat Gelsinger. (YouTube.com / Intel Newsroom)
Potret CEO Intel Corporation, Pat Gelsinger. (YouTube.com / Intel Newsroom)

NARASIDATA.COM - CEO Intel Corporation, Pat Gelsinger menghadapi tantangan berat dalam upayanya menghidupkan kembali perusahaan yang dipimpinnya sejak 2021 itu di pasar global.

Sebelumnya, Gelsinger memiliki hubungan yang tegang dengan pemasok chip untuk produksi manufaktur AI Intel, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). 

Dikutip dari Reuters, hubungan tegang itu bermula kala pria asal Amerika Serikat itu melempar komentar miring tentang ‘ketidakstabilan teknologi’ akibat mengandalkan manufaktur Taiwan. 

Komentar itu mengakibatkan TSMC mencabut diskon 40 persen untuk wafer 3-nanometer yang merupakan pasokan chip untuk produksi manufaktur AI Intel.

Baca Juga: Ramainya Pemberitaan Dugaan Pegawai Kemenag Cianjur Terlibat Politik Praktis, Hendra Malik: Jangan Ada Toleransi untuk ASN Nakal Apapun Dalihnya

Hal ini berdampak pada margin keuntungan perusahaan, hingga Intel dinilai publik telah mengalami kebangkrutan akibat produksi manufaktur AI Intel yang jauh dari kata berhasil.

Gelsinger disebut para pakar ahli teknologi di AS telah banyak kehilangan kontrak kerja samanya dan dinilai tidak mampu lagi memenuhi permintaan produk di pasar global.

Penurunan Pendapatan Intel

Secara rinci, pendapatan Intel turun menjadi 54 miliar dolar atau sekitar Rp849 triliun pada tahun 2023.

Penurunan yang signifikan dalam masa jabatan Gelsinger itu membuat pihaknya harus mengantisipasi kerugian bersih sebesar 3,68 miliar dolar atau Rp57,8 triliun.

Baca Juga: Thierry Henry Ditangkap Polisi Usai Ketahuan Bawa Gepokan Uang Berwarna Hitam, Ternyata Modusnya yang di Luar Nalar

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Gelsinger tetap percaya diri dengan rencana perubahannya.

Salah satunya, pria berusia 63 tahun itu menargetkan keuntungan 45 miliar dolar atau Rp707 triliun dengan berusaha memimpin pasar global, terkhusus untuk chip PC AI.

Ambisi Gelsinger dalam Pembuatan Chip 18A Intel

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X