news

Dear Penerus Tanah Air: Tingkatkan Literasi, Begini Sorotan Peneliti Perilaku Generasi Muda Indonesia Soal Fenomena 'Kabur Aja Dulu'

Sabtu, 22 Februari 2025 | 17:25 WIB
Potret peneliti perilaku generasi muda Tanah Air di biro riset Youth Laboratory Indonesia, Dr. Muhammad Faisal. (Instagram.com/@ketemufaisal)

Pola Pikir Gen Z yang Dibayangi FOBO 

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Faisal menyebut salah satu fenomena yang turut mempengaruhi pola pikir generasi muda adalah Fear of Better Option (FOBO).

Peneliti perilaku generasi muda di Indonesia itu menjelaskan, Gen Z selalu merasa ada pilihan yang lebih baik sehingga sulit untuk berkomitmen terhadap sesuatu.

Baca Juga: Dilema Kepala Daerah Jabar yang Jadi Kader PDIP: Ditugaskan Prabowo ke Retret Magelang tapi Ketum Partainya Ingin Mereka Tunda Keberangkatan

Fenomena ini semakin diperkuat oleh media sosial yang memungkinkan adanya komparasi sosial yang berlebihan. 

"Ada fase berikutnya, Fear of Better Option atau FOBO. Saya rasa, ini isunya tadi kan, 'Kabur Aja Dulu'. Karena sosial media membuat komparasi sosial," tutur Dr. Faisal.

Dalam menghadapi tantangan ini, Dr. Faisal menekankan pentingnya merasa cukup dengan apa yang dimiliki agar tidak terus-menerus terjebak dalam komparasi sosial yang tidak sehat.  

Baca Juga: Instruksi Megawati Melarang Kader PDIP Ikut Retret Setelah Hasto Kristiyanto Ditahan, Begini Sikap Rano Karno

"Jadi perasaan cukup itu jadi perasaan yang dibutuhkan kembali. Jadi gak terus menerus komparasi, itu yang pada akhirnya FOBO, menjadi kegelisahan anak sekarang," tambahnya.

Berkaca dari hal itu, Helmy kemudian bertanya terkait solusi dari sang peneliti Tanah Air itu agar generasi muda di Indonesia dapat berkembang dan beradaptasi dengan situasi 'Kabur Aja Dulu' yang ingar di medsos.

Dr. Faisal ke Generasi Muda Tanah Air: Tingkatkan Literasi!

Baca Juga: Menuai Pro-Kontra, Ini Total Biaya dan Jadwal Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang yang Menggunakan Anggaran Kemendagri

Menjawab terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu', Dr. Faisal memberikan pandangan generasi muda perlu melihat kembali sejarah perjuangan pemuda Indonesia. 

Hal itu dapat dilakukan generasi muda Indonesia dengan meningkatkan literasi dan berdiskusi satu sama lain agar dapat meyakini Tanah Air mereka sebagai bangsa yang besar.

"Nasihat saya adalah berkaca pada generasi-generasi muda Indonesia. Jadi kalau dulu Indonesia lahir dari anak-anak muda yang masih usia belasan, dua puluhan dengan segala keterbatasan," tutur Dr. Faisal.

Halaman:

Tags

Terkini