Awalnya, keluarga almarhum berencana datang ke Jakarta untuk mengurus kepulangan jenazah, namun rencana tersebut terhambat akibat kecelakaan saat mengurus dokumen.
Bukan Kali Pertama
Pemulangan jenazah PMI bukanlah hal baru bagi Uya Kuya dan Astrid Kuya.
Sebulan sebelumnya, mereka juga membantu kepulangan jenazah seorang PMI dari Taiwan yang meninggal akibat sakit.
Dalam beberapa tahun terakhir, mereka aktif dalam perlindungan pekerja migran, termasuk membantu pemulangan PMI yang sakit, lumpuh, hingga mengalami gangguan jiwa.
Selain itu, Uya Kuya bersama Yuni juga mengadvokasi puluhan PMI yang menjadi korban penipuan Love Scammer di Hong Kong dan Taiwan.
Bahkan, ia turut membantu penanganan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjebak di Myanmar, Kamboja, dan Filipina.
Komitmen Perlindungan PMI
Setiap harinya, Uya Kuya mengaku menerima banyak pengaduan dari PMI melalui akun Instagram-nya.
Baca Juga: Tegak Lurus pada PDI Perjuangan, 20 Kepala Daerah Tunda Keberangkatan Retret ke Akmil Magelang
"Sebisa mungkin saya balas satu per satu," ungkap Uya Kuya.
Ia menekankan pentingnya jalur resmi bagi PMI yang ingin bekerja di luar negeri.
Dengan mengikuti prosedur yang legal dan mendapatkan pelatihan yang memadai, para PMI diharapkan dapat bekerja dengan aman serta memperoleh perlindungan dari negara.