news

Ada Belatung di MBG yang Buat Siswa Keracunan, Kepala BGN Sebut catering Belum Terbiasa

Senin, 24 Februari 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi menu MBG untuk siswa, program Presiden Prabowo - Gibran. (x.com/putra_sangihe)

Ia juga menambahkan bahwa MBG baru mulai diterapkan di tujuh wilayah Sumatera Selatan sejak Senin 17 Februari 2025 dan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian ini. 

Pernyataan Kepala BGN

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan beberapa kendala teknis yang timbul dalam pelaksanaan MBG.

Baca Juga: Sudah Mengalami Masalah Kesehatan Tentang Pernapasan, Paus Fransiskus Alami Double Pneumonia

"Itu memang hal-hal yang teknis, yang ini harus dimaklumi," ujar Deden, Sabtu 22 Februari 2025.

Ia menceritakan bahwa banyak ibu-ibu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum terbiasa memasak untuk lebih dari 1.000 orang.

Ia menambahkan bahwa memang butuh waktu agar dapat memasak dengan tepat dan aman.

Baca Juga: Mengulik Dua Manfaat Utama Retret Kepala Daerah yang Dilangsungkan Seminggu di Akmil Magelang

"Butuh waktu tiga bulan sampai dia betul-betul bisa dengan kematangan yang benar, dengan rasa yang pas, karena itu tidak mudah,” ujarnya.

Dadan juga menyoroti permasalahan kebersihan ompreng yang pernah ia temui.

“Contoh, ada catering yang sudah biasa melakukan melayani 3.000. Begitu ikut program MBG, kewalahan di dalam mencuci ompreng," jelasnya.

Baca Juga: Tito Karnavian Merespon Ada Kepala Daerah yang Tidak Mengikuti Retret, Sebut Kehilangan Momen untuk Saling Mengenal Pemimpin Daerah Lain

"Karena mereka tidak pernah mencuci ompreng, jadi mereka akhirnya mencuci sampai 14 jam. Kami yang sudah pengalaman, tahu tips and tricks-nya. Sehingga mereka yang sudah biasa di catering pun, harus kita kasih tahu bahwa mencuci omprengnya seperti itu,” tambahnya.

Mengenai dugaan belatung, Dadan menegaskan bahwa kejanggalan temuan belatung tersebut.

"Kemarin ada misalnya kasus belatung di Palembang. Saya ahli entomologi, paham betul. Tidak mungkin belatung hidup di luar omprengnya,” ungkap Dadan.

Halaman:

Tags

Terkini