news

Sebelumnya Rendam 122 RT, Kini Banjir Telah Surut di Seluruh Titik DKI Jakarta

Jumat, 7 Maret 2025 | 04:10 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau bencana banjir di daerah setempat. (Instagram.com/@pramonoanung)

NARASIDATA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan seluruh titik banjir di DKI Jakarta telah surut, pada Kamis, 6 Maret 2025. 

Sebelumnya, banjir melanda sebagian wilayah Jakarta disebabkan meluapnya beberapa sungai atau kali seperti Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Pesanggrahan. 

Berdasarkan data titik banjir BPBD DKI Jakarta sejak Selasa, 4 Maret 2025 hingga kini, sebelumnya 122 wilayah rukun tetangga (RT) terendam luapan air dengan ketinggian air lebih dari tiga meter.

Baca Juga: Buka Opsi Tokoh Luar Negeri, Prabowo Ingin Pejabat BPI Danantara Bersih dari Titipan

Terkini, BPBD menuturkan mengatakan saat ini warga mulai membersihkan sisa material akibat bencana banjir yang kini telah surut.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan memastikan seluruh wilayah 122 RT kini sudah tidak lagi tergenang banjir.

"Seluruh daerah sudah tidak lagi tergenang," ucap Yohan kepada awak media di Jakarta, pada Kamis, 6 Maret 2025.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Datangi Pengungsian Korban Banjir di Jakarta Timur, Sampaikan Titipan Salam dari Prabowo dan Janji akan Bantu Rumah yang Jebol

Yohan menuturkan, banjir yang melanda sebagian wilayah DKI Jakarta itu telah surut pada Rabu, 5 Maret 2025 malam sekitar pukul 23.00 WIB. 

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta itu mengatakan saat ini warga yang rumahnya terendam banjir sudah mulai membersihkan material yang terbawa arus banjir.

Sementara itu, lokasi pengungsian masih ada di beberapa titik. Yohan menyebut setelah proses pembersihan di lingkungan masing-masing selesai para pengungsi akan kembali lagi ke rumahnya.

Baca Juga: Klaim dari Sahabat Dekat, Penahanan Nikita Mirzani Disebut Pengalihan Isu Kasus Korupsi di Indonesia: Wajar Kamu Dijadikan Tumbal Politik

"Untuk lokasi pengungsian masih dihuni warga, karena saat ini sedang proses bersih-bersih," terangnya.

Dalam proses pembersihan sisa banjir, Yohan menuturkan peran berbagai pihak yang mengerahkan personel hingga peralatan pendukung seperti pompa bergerak (mobile) dalam menyedot genangan banjir.

Halaman:

Tags

Terkini