news

Tom Lembong Kecewa Dakwaan Jaksa hingga Siap Ungkap Fakta Sebenarnya di Sidang Pembuktian

Jumat, 14 Maret 2025 | 13:10 WIB
Potret mantan Mendag RI sekaligus tersangka kasus importasi gula Kemendag periode 2015-2016, Tom Lembong. (Instagram.com/@tomlembong)

NARASIDATA.COM - - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan eks Mendag RI, Tom Lembong dalam kasus dugaan korupsi impor gula Kemendag periode 2015-2016. 

Terkait hal itu, Tom Lembong menghormati putusan hakim yang tidak menerima eksepsi yang diajukan oleh pihaknya.

"Kami tentunya menghormati putusan majelis hakim atas eksepsi yang kami ajukan," ucap Tom Lembong kepada awak media seusai persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Kamis, 13 Maret 2025.

Baca Juga: Ahok Diperiksa Skandal Pertamina, Eks Komut Perusahaan BUMN Itu Ngaku Senang Bantu Kejaksaan

Tom Lembong menuturkan, majelis hakim yang memberikan putusan dua hari setelah jaksa membacakan tanggapan atas eksepsinya. 

Eks Mendag RI juga mengapresiasi hakim yang mengizinkan pihaknya menerima hasil audit perhitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dari jaksa pada sidang berikutnya yang masuk tahap agenda pembuktian.

Tom Lembong menilai laporan hasil audit BPKP tersebut juga merupakan salah satu haknya.

Baca Juga: Harus Digeledah Rumahnya, Mengapa Ridwan Kamil Bisa Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bank BJB?

"Tentunya hari ini saya terutama mengapresiasi keputusan majelis hakim bahwa memang laporan audit BPKP yang terkait perkara saya harus segera disampaikan kepada kami sebagai terdakwa," terangnya. 

"Supaya adil, supaya fair, supaya kami punya waktu untuk meneliti dan mempersiapkan pembelaan dan juga tentunya saksi saksi ahli terkait," lanjut Tom Lembong.

Di sisi lain, Tom Lembong mengaku kecewa terhadap surat dakwaan jaksa. 

Baca Juga: Ridwan Kamil Masih Belum Nampak Usai Penggeledahan Rumah, KPK Sampaikan Beberapa Barang Sitaan dari Rumah Sang Politisi

Terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula Kemendag itu menyebut surat dakwaan itu tidak mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya.

"Tentunya kami masih tetap kecewa dengan dakwaan yang kualitasnya patut disesalkan, sekali lagi sangat sangat tidak mencerminkan secara akurat realita yang terjadi," tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini